Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Tak Akan Pernah Lupakan Tindakan Keras China Terhadap Tiananmen

Taiwan cenderung menggunakan peringatan Lapangan Tiananmen untuk mengkritik China dan mendesaknya untuk menghadapi apa yang dilakukannya, yang berulang kali membuat Beijing kesal. China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, diambil secara paksa jika perlu.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (Foto: Taiwan Today)

TAIWAN, IPHEDIA.com - Rakyat Taiwan tidak akan pernah melupakan tindakan keras berdarah China terhadap demonstran pro-demokrasi di dan sekitar Lapangan Tiananmen 32 tahun lalu dan akan tetap berpegang teguh pada keyakinan mereka pada demokrasi, kata Presiden Tsai Ing-wen pada Jumat.

Taiwan cenderung menggunakan peringatan Lapangan Tiananmen untuk mengkritik China dan mendesaknya untuk menghadapi apa yang dilakukannya, yang berulang kali membuat Beijing kesal. China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, diambil secara paksa jika perlu.

Jumat menandai 32 tahun sejak pasukan China melepaskan tembakan untuk mengakhiri kerusuhan yang dipimpin mahasiswa di dalam dan sekitar alun-alun. Pihak berwenang China melarang peringatan publik dari acara tersebut di daratan.

Menulis di halaman Facebook-nya, Tsai mengatakan rakyat Taiwan tidak akan melupakan apa yang telah terjadi.

"Saya percaya untuk semua orang Taiwan yang bangga dengan kebebasan dan demokrasi mereka, mereka tidak akan pernah melupakan hari ini dan akan teguh berpegang pada keyakinan mereka, tak tergoyahkan oleh tantangan," katanya.

"Kami juga tidak akan melupakan orang-orang muda yang mengorbankan diri di Lapangan Tiananmen pada hari ini 32 tahun yang lalu, dan tahun demi tahun, teman-teman di Hong Kong yang selalu berduka pada 4 Juni dengan cahaya lilin."

Tsai menunjuk ketepatan hari Jumat karena hari yang sama 1,2 juta vaksin Covid-19 akan tiba dari Jepang sebagai sumbangan pemerintah.

“Kami berterima kasih atas bantuan tepat waktu dari mitra yang juga menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, sehingga Taiwan yang demokratis lebih percaya pada demokrasi,” ujarnya.

Dewan Urusan Daratan Taiwan pada Kamis mendesak China untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat dan memulai reformasi politik yang nyata daripada menghindari menghadapi tindakan keras.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan pemerintah pulau itu mencoreng dan menyerang China ketika seharusnya fokus memerangi lonjakan kasus Covid-19 domestik.

"Dalam menghadapi peningkatan infeksi dan kematian akibat virus corona, 'kerudung' yang mereka gunakan untuk menyerang orang lain ini terlalu berlebihan," jelasnya. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top