Polsek Tungkal Ulu Menerima Penyerahan 2 Senpi Rakitan dari Warga

Dua pucuk Senpi rakitan jenis Kecepek laras panjang dan bubuk mesiu beserta 3 buah peluru/gotri tersebut diterima oleh Kapolsek Tungkal Ulu, Iptu Dasep Nurdin Ansori, SH, MH.


 
TANJAB BARAT, IPHEDIA.com - Polsek Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, menerima penyerahan dua senjata api rakitan (Senpira) dari warga atas nama BS yang datang ke Mapolsek dengan suka rela, Selasa, sekira pukul 11.00 WIB.

Dua pucuk Senpi rakitan jenis Kecepek laras panjang dan bubuk mesiu beserta 3 buah peluru/gotri tersebut diterima oleh Kapolsek Tungkal Ulu, Iptu Dasep Nurdin Ansori, SH, MH. 

Kapolsek Tungkal Ulu, Iptu Dasep Nurdin Ansori, SH, MH., mendampingi Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputo, SIK, MH., mengatakan, bahwa Senpi kecepek laras panjang yang diterima pihaknya tersebut dari masyarakat Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, yang penyerahannya diwakilkan kepada BS.

Diakuinya, warga tersebut tidak berani menyerahkan langsung ke pihak Polsek Tungkal Ulu, dan diserahkan kepada BS sebagai perwakilan untuk kemudian diserahkan ke Polsek Tungkal Ulu. “Senpi kecepek laras panjang itu biasanya digunakan untuk berburu binatang,” terang Kapolsek, Rabu.

"Kondisi Senpi sendiri satu dalam keadaan bagus bisa digunakan, sementara satunya lagi rusak," tambahnya.

Menurutnya, penyerahan senpi tersebut murni kesadaran masyarakat. Karena selama ini pihaknya selalu memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat tentang larangan dan bahaya memiliki atau menyimpan senjata api jenis apapun tanpa izin. 

“Kepada masyarakat yang lain di wilayah Tungkal Ulu, kami imbau apabila mendengar dan melihat masyarakat yang memiliki Kecepek agar menginformasikan dan melaporkan kepada Unit Intelkam, Unit Samapta Polsek Tungkal Ulu maupun anggota Polsek Tungkal Ulu serta dapat menyerahkan kepada pihak Polsek Tungkal Ulu dan jajarannya,” ujarnya. (Robi/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top