Polda Jambi Musnahkan 957 Pucuk Senpi Rakitan

Kapolda Jambi menyebutkan, secara persuasif anggotanya di polres jajaran mengimbau dan meminta masyarakat untuk menyerahkan Senpi tanpa adanya paksaan.



JAMBI, IPHEDIA.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi memusnahkan sebanyak  957 pucuk senjata api (Senpi) rakitan dari berbagai jenis kaliber yang didapat dari sejumlah masyarakat di Provinsi Jambi, yang secara sukarela menyerahkannya ke pihak kepolisian melalui Polres jajaran.

"Ada 957 pucuk senpi yang diserahkan masyarakat," kata Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, Rabu.

Ratusan senjata penyerahan warga ini, terdiri dari 193 pucuk senjata api laras panjang, 2 buah senpi laras pendek, 1 senpi laras panjang jenis moser kaliber 7,62 mm, dan 1 pcp kaliber 5,5 m. 

Ratusan senjata itu paling banyak berasal dari Merangin sebanyak 106 senjata api (senpi) kecepek laras panjang dan 1 buah senpi kecepek pendek, dari Sarolangun 40 senpi, Bungo 13 senpi, Tebo 13 senpi, Batanghari 11 senpi kecepek, dari Tanjungjabung Barat 8 senpi dan Muaro Jambi 3 senpi.

Kapolda Jambi menyebutkan, secara persuasif anggotanya di polres jajaran mengimbau dan meminta masyarakat untuk menyerahkan Senpi tanpa adanya paksaan. "Untuk masyarakat yang masih memiliki senpi secara ilegal, kami menghimbau agar menyerahkannya ke kepolisian terdekat," imbaunya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni, yang menghadiri pemusnahan senpi itu mengapresiasi apa yang dilakukan Polda jambi dan jajarannya. "Kami sangat mendukung dan support Pak Kapolda dan jajaran dalam melakukan upaya menjaga masyarakat dari tindakan kriminal," katanya.

Dengan adanya pemusnahan ini, Hari Nur Cahya Murni berharap ke depan masyarakat di Provinsi Jambi lebih aman lagi. "Apa yang dilakukan secara persuasif oleh Kapolda dan jajaran membuat masyarakat dengan rela menyerahkan apa yang mereka miliki karena cukup membahayakan bagi keamanan masyarakat," jelasnya. (jb/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top