Penadah Hasil Istri Mengutil yang Dijual Suaminya Ditangkap Anggota Polsek Punggur

Pelaku penadah handphone (HP) curian ini diamankan setelah dilakukan penyelidikan dengan pelacakan via tracing IMEI HP korbannya, yang dilaporkan Reni (21) warga Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.




PUNGGUR, IPHEDIA.com - Polsek Punggur menangkap penadah hasil curian berinisial MM alias Mahfud (45) warga Jalan Pajajaran Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung.

Barang curian berupa handphone itu hasil istri temannya mengutil, yang dijual temannya tersebut kepada pelaku penadah MM alias Mahfud ini.

"Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya, Rabu, 9 Juni 2021 sekira jam 23.40 WIB," kata Kapolsek Punggur, Iptu Mualimin, S.Pd.I., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik, Jumat.

Pelaku penadah handphone (HP) curian ini diamankan setelah dilakukan penyelidikan dengan pelacakan via tracing IMEI HP korbannya, yang dilaporkan Reni (21) warga Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Handphone para korbannya dicuri saat korban Reni bersama rekannya bekerja di Toko Multi Murah (MM) di Dusun Mulyokaton, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur.

HP mereka merk Realme tipe 7i, HP merk Vivo tipe S1 dan HP merk Oppo tipe A7 yang berada di dalam tas masing-masing yang diletakkan di atas meja ketahuan hilang selepas jam istirahat siang.

Setelah dilakukan penyelidikan melalui pelacakan via tracing IMEI, diketahui handphone tersebut terpantau berada di Bandarlampung dan didapati seorang laki-laki berinisial MM alias Mahfud yang merupakan pelaku penadahan barang curian yang dilakukan istri temannya.

"Pelaku penadah kami bawa ke Polsek Punggur, berikut mengamankan satu unit HP merk Relme tipe 7i, satu unit HP merk Vivo tipe S1, satu buah kartu ATM BCA atas nama M. Mahfud. Sedangkan, teman dan istrinya (pengutil)masih dalam pencarian (DPO)," terang Mualimin.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku penadah dijerat Pasal 363 KUHP jo 55, 56 KUHP dan atau 480 KUHPidana dengan ancam hukuman kurungan 4 sampai 7 tahun penjara. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top