Pemberontak ELN Kolombia Menyangkal Keterlibatannya dalam Pemboman Mobil di Pangkalan Militer

"Tidak ada unit Tentara Pembebasan Nasional yang terkait dengan serangan yang terjadi pada Selasa 15 Juni di brigade ke-30 di kota Cucuta," kata kelompok itu melansir Reuters dalam sebuah pernyataan audio singkat.



BOGOTA, IPHEDIA.com - Pemberontak Tentara Pembebasan Nasional Kolombia (ELN) pada Kamis waktu setempat membantah terlibat dalam pengeboman mobil di sebuah pangkalan militer pekan ini yang melukai 36 orang, menyebabkan cedera serius pada seorang tentara Kolombia dan luka ringan pada dua tentara AS.

Pemboman itu terjadi pada Selasa sore di sebuah pangkalan yang digunakan oleh brigade tentara ke-30 di kota timur laut Cucuta, dekat perbatasan dengan Venezuela. Tentara Kolombia yang terluka tetap dalam perawatan intensif.

"Tidak ada unit Tentara Pembebasan Nasional yang terkait dengan serangan yang terjadi pada Selasa 15 Juni di brigade ke-30 di kota Cucuta," kata kelompok itu melansir Reuters dalam sebuah pernyataan audio singkat.

Menteri pertahanan Kolombia sebelumnya mengatakan serangan itu bisa saja dilakukan oleh ELN, sementara jaksa agung mengatakan bahwa mantan anggota Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang menolak kesepakatan damai 2016 tidak dapat dikesampingkan.

Terlepas dari kesepakatan damai dengan FARC, militer Kolombia masih memerangi ELN, geng kriminal, dan mantan anggota FARC.

Semua kelompok itu hadir di provinsi Norte de Santander yang terkadang bergolak, tempat brigade ke-30 beroperasi. ELN diperkirakan memiliki sekitar 2.500 pejuang dan telah melawan pemerintah sejak didirikan tahun 1964 oleh para imam Katolik ekstremis.

Serangan bom mobil ELN 2019 di akademi kepolisian Bogota menewaskan 22 orang dan mengakhiri pembicaraan damai yang baru lahir antara ELN dan pemerintah. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top