Moon Sebut KTT G-7 Kesempatan Diplomasi Korea Selatan dan Peran Lebih Besar dalam Isu Global

Korea Selatan bukan anggota kelompok negara-negara paling maju di dunia, tetapi Moon bergabung dalam pertemuan itu sebagai tamu, bersama dengan para pemimpin Australia, India, dan Afrika Selatan.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in (Foto: Yonhap)

SEOUL, IPHEDIA.com - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan pada Selasa bahwa partisipasinya yang akan datang dalam KTT Kelompok Tujuh (G-7) akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan diplomasi Korea Selatan.

Dia dijadwalkan menghadiri sesi tiga hari yang akan dibuka Jumat di Inggris, pertemuan puncak multilateral besar pertama sejak munculnya pandemi Covid-19.

Korea Selatan bukan anggota kelompok negara-negara paling maju di dunia, tetapi Moon bergabung dalam pertemuan itu sebagai tamu, bersama dengan para pemimpin Australia, India, dan Afrika Selatan.

Undangan G-7 ke Korea Selatan berarti bahwa status internasionalnya telah meningkat ke tingkat yang sebanding dengan negara-negara anggotanya, kata Moon selama pertemuan Kabinet.

Dia katakan akan menggunakan kesempatan itu untuk memperkuat peran Seoul dalam menyelesaikan masalah global yang tertunda dan memperluas ruang lingkup diplomatiknya, terutama dengan menyoroti kampanyenya untuk menjadi pusat produksi vaksin global dan jembatan antara negara berkembang dan maju.

Moon juga mengatakan G-7 akan menyiapkan panggung untuk putaran cepat diplomasi KTT bilateral. Pernyataannya ini muncul di tengah spekulasi luas bahwa ia mungkin mengadakan pertemuan satu lawan satu dengan Presiden AS, Joe Biden, di sela-sela sesi.

Moon juga akan memiliki kesempatan untuk pertemuan tatap muka pertamanya dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, yang menjabat September lalu, melansir Yonhap

Masih belum dikonfirmasi apakah Moon dan Suga akan mengadakan pembicaraan formal di Inggris meskipun ada laporan berita bahwa Biden berusaha untuk mengatur pertemuan trilateral dengan mereka.

Mengenai ekonomi negara yang dilanda virus corona, Moon mengatakan pemulihannya semakin cepat berkat peningkatan tajam dalam ekspor dan rebound dalam permintaan domestik. Tapi, masalah serius adalah bahwa polarisasi pendapatan belum berhenti, tambahnya.

Ia meminta pemerintah untuk fokus pada penyediaan dukungan kebijakan fiskal dengan prioritas utama untuk mengatasi masalah polarisasi dan ketidaksetaraan, serta merevitalisasi pasar kerja dengan cepat. Pemerintahan liberal Moon telah berkampanye untuk pertumbuhan inklusif.

Dia menunjukkan bahwa pemerintah mendorong batch lain dari anggaran tambahan untuk dibiayai sebagian besar oleh peningkatan pendapatan pajak. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top