Menuju Swasembada Pangan, Babel Perkuat Kelompok Tani Sawah

Pemprov Bangka Belitung sangat serius dalam melakukan pengembangan padi sawah agar di masa mendatang Babel dapat mengurangi ketergantungan beras dari daerah lain.



AIR GEGAS, IPHEDIA.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung terus mendukung masyarakat dalam upaya penggarapan persawahan yang ada di setiap daerah guna menuju Babel swasembada pangan. 

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, saat kunjungan kerja ke Desa Pergam Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, dalam rangka penanaman padi sawah pada musim tanam tahap kedua, Selasa.

Ia mengatakan, Pemprov Bangka Belitung sangat serius dalam melakukan pengembangan padi sawah agar di masa mendatang Babel dapat mengurangi ketergantungan beras dari daerah lain. 

Bang ER, panggilan akrab Erzaldi menuturkan, kalau saat ini petani kekurangan peralatan kerja. Untuk mendapatkannya bisa melalui program KUR. Untuk itu, petani perlu memperkuat manajemen kelembagaan. 

"Kita ada program KUR. Agar programnya menghasilkan output yang baik, tentunya kita perlu bimbingan dinas terkait. Di samping itu, kita juga bisa minta kepada Kementerian agar dana desa dapat digunakan untuk membantu pembelian peralatan pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi mengatakan, luas tanam dan hasil produksi padi di Babel sudah meningkat dan mencapai 39 persen.

"Pemerintah pusat mempunyai program kerja yang luar biasa untuk menggarap semua lahan pontensial. Salah satunya, program food estate yang berbasis korporasi dan menjaga ketahanan pangan dalam negeri," katanya.

Program ini, jelas dia, menggerakkan semua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Gapoktan kemudian akan digabungkan secara lintas desa yang nantinya akan dibuat suatu perusahaan yang mengkoordinir para Gapoktan. 

"Semua fasilitas akan disupport oleh kementerian lain, dan semua tanaman akan masuk dalam satu manajemen," papar Juaidi. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top