Menteri BUMN ke Lamteng Kunjungi Pelaku Usaha Produksi Tiwul dan Tempe Kedelai

Kedatangan Menteri BUMN, Erick Thohir, ke Kabupaten Lamteng yang disambut Bupati Musa Ahmad dan masyarakat Bumiratu Nuban ini untuk melihat aktivitas warga di bidang usaha home industri, yakni produksi tiwul dan tempe dengan menggunakan bahan singkong dan kedelai.



BUMIRATU NUBAN, IPHEDIA.com - Didampingi Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengunjungi sentral produksi tiwul dan tempe kedelai di Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Provinsi Lampung, Minggu.

Kedatangan Menteri BUMN, Erick Thohir, ke Kabupaten Lamteng yang disambut Bupati Musa Ahmad dan masyarakat Bumiratu Nuban ini untuk melihat aktivitas warga di bidang usaha home industri, yakni produksi tiwul dan tempe dengan menggunakan bahan singkong dan kedelai.

Dalam kunjungan itu, Erick Thohir mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pemahaman dan kesamaan dengan Bupati Lamteng, Musa Ahmad, yaitu ingin mensejahterakan masyarakat.

"Supaya usaha home industri tersebut bisa berjalan dengan maju berkembang, maka para pelaku usaha  harus bermitra terhadap PNM," ucapnya.

Ditambahkan Erik Thohir, kalau usaha lokal ini berkembang, tentu dapat meningkatkan perekonomian warga juga menciptakan lapangan kerja masyarakat.

Sementara itu, Bupati Musa Ahmad mengatakan, dengan adanya program-program dari pemerintah pusat tentu pemerintah Kabupaten Lamteng siap memberikan dukungan maupun pembinaan terhadap pelaku-pelaku home industri yang ada di kabupaten ini. 

"Mari kita bersama-sama untuk bergandengan tangan mensejahterakan masyarakat dan membangun Lampung Tengah berjaya. Sehingga Lampung Tengah bisa menjadi kabupaten terbaik di Provinsi Lampung," pungkasnya. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top