Komplotan Pemalsu Ijazah dan Akte yang Jual Jasanya Via Medsos Dibekuk Polda Jatim

Untuk memesan ijazah palsu dari pelaku, pengguna jasa cukup menelpon tersangka BP dan memesan ijazah, dengan mengirimkan nama serta gelar yang diinginkan. Dari pengembangan pemeriksaan, saat ini petugas sedang melacak orang-orang yang menggunakan jasa kedua pelaku.



SURABAYA, IPHEDIA.com  - Jajaran Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil membongkar kasus jual beli ijazah palsu melalui media sosial (medsos).

Dalam pengungkapan ini petugas mengamankan dua orang tersangka, yakni MW (32 tahun) warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan dan BP (26) warga Jalan Kedinding Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan, kedua tersangka melakukan aktivitas ilegal dengan memalsukan ijazah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Wadir Reskrim Khusus Polda Jatim, AKBP Zulham menambahkan, ada 9 jenis produk yang dibuat oleh kedua pelaku dengan variasi harga yang berbeda-beda.

“Untuk ijazah SD dipatok Rp500 ribu, SMP Rp700 ribu, SMA/SMK Rp800 ribu, ijazah S1 Rp2 juta, ijazah S2 Rp2,5 juta, KTP Rp300 ribu, KK Rp300 ribu, akta kelahiran Rp250 ribu dan sertifikat pelatihan satpam Rp500 ribu,” jelas AKBP Zulham, Selasa.

Menurut AKBP Zulham, sejak operasional tahun 2019 keduanya sudah mendapatkan keuntungan mencapai Rp86 juta. Modusnya, kedua pelaku sengaja menawarkan kepada orang-orang yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan syarat-syarat tertentu.

Lebih lanjut AKBP Zulham mengatakan, untuk memesan ijazah palsu dari pelaku, pengguna jasa cukup menelpon tersangka BP dan memesan ijazah, dengan mengirimkan nama serta gelar yang diinginkan. Dari pengembangan pemeriksaan, saat ini petugas sedang melacak orang-orang yang menggunakan jasa kedua pelaku.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 263 Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top