Kanwil Kemenkumham Lampung Rencanakan Bangun Rutan di Tubabar

"Pembangunan akan dimulai setelah perencanaan dan akan dieksekusi pada tahun 2023-2024," kata Plt Kakanwil Lampung, Ida Asep Somara.



TUBABAR, IPHEDIA.com - Pada 2022 tahun depan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Lampung merencanakan pembangunan rumah tahanan (Rutan) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar).

"Pembangunan akan dimulai setelah perencanaan dan akan dieksekusi pada tahun 2023-2024," kata Plt Kakanwil Lampung, Ida Asep Somara, Jumat.

Sebagai langkah persiapan, Pemerintah Daerah Kabupaten Tubabar menyediakan lahan seluas 5.000 meter persegi (M2l) untuk pembangunan sarana perkantoran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung.

Untuk anggaran, Ida Asep Somara menyebut apabila pembangunan nantinya berkapasitas sebanyak 500 orang maka anggaran diperkirakan sekitar Rp75 miliar. Tak hanya di Tulangbawang Barat, pihaknya juga telah mengkoordinasikan pembangunan rutan untuk kabupaten lainnya di Lampung, seperti Pringsewu dan Lampung Barat (Lambar).

Sementara itu, Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad mengatakan, selama ini di wilayah Tubabar memang belum ada semacam kantor yang dimiliki Kemenkumham. "Kami ingin mengajak bagaimana Kemenkumham bisa bergabung untuk proses perjalanan Tubabar ke depan," kata Umar Ahmad.

Lahan seluas 5.000 m2 meter untuk pembangunan sarana perkantoran Kanwil Kemenkumham Lampung di Tubabar ini yang nantinya dapat digunakan Kemenkumham untuk pembangunan fisik, baik lembaga masyarakatan (Lapas), keimigrasian maupun lainnya. (rs/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top