KCNA: Kim Jong Un Tengah Persiapkan Dialog dan Konfrontasi dengan AS

Kim telah membuat analisis rinci tentang kebijakan pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, terhadap Pyongyang dan menyusun penangkal strategis dan taktis yang tepat dengan Amerika Serikat, kata KCNA.



SEOUL, IPHEDIA.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan negaranya harus bersiap untuk dialog dan konfrontasi dengan Amerika Serikat, kata media pemerintah KCNA melaporkan Jumat, dalam komentar langsung pertamanya tentang pemerintahan Biden.

Pernyataan itu muncul selama pertemuan pleno komite pusat Partai Buruh yang berkuasa pada Kamis, setelah sesi sebelumnya di mana Kim menyerukan langkah-langkah untuk mengatasi situasi pangan yang timbul dari pandemi virus corona.

Kim telah membuat analisis rinci tentang kebijakan pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, terhadap Pyongyang dan menyusun penangkal strategis dan taktis yang tepat dengan Amerika Serikat, kata KCNA.

"Sekretaris Jenderal menekankan perlunya bersiap-siap untuk dialog dan konfrontasi, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi untuk melindungi martabat negara kita dan kepentingannya untuk pembangunan independen."

Langkah-langkah seperti itu akan dengan andal menjamin lingkungan yang damai dan keamanan negara kita, kata KCNA, melansir Reuters. Kim juga menekankan perlunya menciptakan iklim eksternal yang menguntungkan untuk inisiatif Korea Utara sendiri.

Komentar Kim melanjutkan kebijakan tunggu dan lihat sambil menahan diri untuk tidak memprovokasi pemerintahan Biden, kata Vipin Narang, pakar urusan nuklir di Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat.

"Tampaknya menunjukkan bahwa Pyongyang berpikir bola ada di pengadilan AS saat ini, dan sedang menunggu untuk melihat bagaimana penjangkauan Administrasi Biden berjalan," katanya. 

“Mengingat laporan tentang makanan Korea Utara dan situasi Covid-19, orang menduga bahwa Kim juga senang menghindari konfrontasi jangka pendek,” tambahnya.

Para diplomat dan analis mengatakan Korea Utara mengalami kekurangan pangan yang meluas setelah topan yang menghancurkan tanaman tahun lalu, sementara ada kekhawatiran Covid-19 dapat terjadi di negara itu meskipun tidak ada pengakuan resmi oleh rezim Kim. Penutupan perbatasan semakin memukul ekonomi yang sudah terpukul oleh sanksi internasional.

Biden dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengadakan pertemuan puncak pertama mereka pada bulan Mei, menyuntikkan urgensi baru ke dalam upaya untuk melibatkan Korea Utara dalam pembicaraan tentang senjata nuklirnya.

Korea Utara mengecam Amerika Serikat dan sekutunya di Korea Selatan bulan lalu dalam serangkaian pernyataan yang mengatakan komentar dari Washington tentang kebijakan Korea Utara adalah bukti dari kebijakan bermusuhan yang membutuhkan tanggapan yang sesuai dari Pyongyang. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top