Israel Kembali Serang Gaza Setelah Hamas Menembakkan Balon Pembakar

Sirene roket meledak di komunitas Israel di dekat Gaza tak lama setelah serangan udara. Militer kemudian mengatakan mereka dipicu oleh tembakan yang masuk, bukan roket.

Foto: AP

JERUSALEM, IPHEDIA.com - Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza Kamis malam waktu setempat untuk kedua kalinya sejak gencatan senjata yang goyah mengakhiri perang 11 hari bulan lalu.
 
Serangan itu terjadi setelah para aktivis yang dimobilisasi oleh penguasa Hamas yang militan Gaza meluncurkan balon pembakar ke Israel untuk hari ketiga berturut-turut.

Tidak ada laporan segera mengenai korban dari serangan tersebut, yang dapat didengar dari Kota Gaza. Israel juga melakukan serangan udara Rabu pagi, menargetkan apa yang dikatakan sebagai fasilitas Hamas, tanpa membunuh atau melukai siapa pun.

Militer mengatakan jet tempur menyerang Hamas di "komplek militer dan situs peluncuran roket" Kamis malam sebagai tanggapan terhadap balon. Dikatakan, pasukannya sedang mempersiapkan berbagai skenario termasuk dimulainya kembali permusuhan.

Sirene roket meledak di komunitas Israel di dekat Gaza tak lama setelah serangan udara. Militer kemudian mengatakan mereka dipicu oleh tembakan yang masuk, bukan roket.

Rekaman kamera pengintai yang diperoleh The Associated Press (AP) menunjukkan apa yang tampak seperti tembakan senapan mesin berat ke udara dari Gaza.

Tembakan itu kemungkinan upaya militan Palestina untuk menembak jatuh pesawat. Rekaman lain menunjukkan proyektil ditembakkan dari Gaza, tetapi tidak jelas jenis apa atau di mana mereka mendarat.

Ketegangan tetap tinggi sejak gencatan senjata menghentikan perang pada 21 Mei, bahkan ketika mediator Mesir telah bertemu dengan pejabat Israel dan Hamas untuk mencoba dan menopang gencatan senjata informal.

Israel dan Hamas telah berperang empat kali dan pertempuran kecil yang tak terhitung jumlahnya sejak kelompok militan Islam merebut kekuasaan dari pasukan Palestina saingan pada tahun 2007. 

Israel dan Mesir telah memberlakukan blokade di Gaza, yang merupakan rumah bagi lebih dari 2 juta warga Palestina sejak Hamas mengambil alih. Di sana, hampir 500.000 pemukim Yahudi tinggal di sekitar 130 pemukiman di Tepi Barat yang diduduki. 

Orang-orang Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional memandang permukiman itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan hambatan besar bagi perdamaian. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top