Gubernur Sumsel Herman Deru: Gunakan Dana Desa Sesuai RKP Desa

Menurut HD, dalam mengelola keuangan desa, kades dan perangkat dapat menjadikan RKPDesa yang dijabarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sebagai dokumen bagi Desa untuk pelaksanaan kegiatan untuk satu tahun ke depan.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru (HD), menghimbau kepala desa (Kades) dan perangkat desa di Sumsel tidak takut dan ragu-ragu mengimplementasikan keuangan desa sesuai hasil Musyawarah Desa yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa).

Hal ini disampaikan Herman Deru saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Dana Desa Tahun 2021 yang digelar Polda Sumsel, Kamis.

Menurut HD, dalam mengelola keuangan desa, kades dan perangkat dapat menjadikan RKPDesa yang dijabarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sebagai dokumen bagi Desa untuk pelaksanaan kegiatan untuk satu tahun ke depan.

Ia pun menghimbau agar kades dan perangkat desa dapat memanfaatkan dana desa sebaik mungkin untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat di desanya. 

Kemudian, jika ada keraguan pada pelaksanaannya, HD meminta untuk berkoordinasi dengan camat atau Dinas PMD Kabupaten/Kota dan bagi BPD, masyarakat desa serta Bhabinkamtibmas yang ada di desa agar dapat ikut serta mengawal penggunaan prioritas dana desa.

Lebih jauh dikatakan HD, apabila dana desa ini benar-benar dikelola secara maksimal dan benar sesuai dengan peruntukkan dan kebutuhannya maka desa akan lebih maju, mandiri dan sejahtera. Hal itu tentu berimbas kepada masyarakat desa yang juga akan merasakan manfaat dari pemberian dana desa ini.

"Tidak ada lagi alasan bagi desa untuk tidak melakukan pembangunan karena pemerintah telah menyiapkan dana, baik bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun dari pendapatan asli desa sendiri," ujar Herman Deru.

HD berpesan, apabila pemerintah tidak memberikan dana desa lagi, desa diharapkan akan tetap dapat menjalankan roda pemerintahan dengan sumber pendapatan lainnya. (ed/eis/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top