Gubernur Sumsel Berharap Dai Jadi Motivator Bagi Masyarakat

"Kepada dai, ini merupakan tugas dan tekad mulia dalam memotivasi masyarakat sebagai bentuk perhatian agar perekonomian terus berangsur pulih," kata HD saat pelantikan pengurus/anggota Forum Dai Ekonomi Islam Sumatera Selatan (FORDEIS), di Grand Atyasa Convention Center Palembang.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru (HD), berharap para dai harus dapat menjadi motivator bagi masyarakat dan memiliki nilai konsep dalam menerapkan ekonomi Islam.

"Kepada dai, ini merupakan tugas dan tekad mulia dalam memotivasi masyarakat sebagai bentuk perhatian agar perekonomian terus berangsur pulih," kata HD saat pelantikan pengurus/anggota Forum Dai Ekonomi Islam Sumatera Selatan (FORDEIS), di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Sabtu.

Herman Deru mengatakan, sebagai umaroh dirinya merasa terpanggil, selalu berusaha agar  bermanfaat untuk banyak orang, yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi organisasi apapun itu dan komitmen sebagai pemimpin. 

Ia menjelaskan, perekonomian sempat sampai -5 persen sekarang sudah mulai berangsur pulih dan sudah positif serta masyarakat menyikapi secara positif ada harapan ekonomi berprospek cerah ke depan. 

Lanjut HD, pemerintah tidak tinggal diam dimana menyalurkan KUR/KURDA sebesar Rp4, 4 triliun melalui Bank Himbara dan sudah kelihatan tahun ini berjalan baik dan ini dapat dimanfaatkan bersama. 

Pemerintah, jelas dia, tidak lepas atau berdiam diri karena semua yang kita lakukan seperti kerjasama dengan Pemprov demi kesejahteraan umat maupun masyarakat dan itu melalui penyebaran para PPL Pertanian.

"PPL Pertanian maupun para dai sangat bermanfaat dalam memberi informasi positif kepada masyarakat terkait kondisi maupun peluang ekonomi," tutupnya. (ed/ris/ip) 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top