Gubernur Herman Deru: Laksanakan Pembangunan dengan Tidak Melupakan Kearifan Lokal

"Pembangunan infrastruktur gedung, jalan, dan jembatan maupun pembangunan diberbagai bidang lainnya tetap tidak melupakan kearifan lokal," kata Herman Deru.



MUARA RUPIT, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru (HD) mengatakan, dalam melaksanakan pembangunan, baik itu infrastruktur maupun bidang lainnya tetap tidak melupakan kearifan lokal.

"Pembangunan infrastruktur gedung, jalan, dan jembatan maupun pembangunan diberbagai bidang lainnya tetap tidak melupakan kearifan lokal," kata Herman Deru.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam rangka peringatan hari jadi ke-8 Kabupaten Muratara tahun 2021 di Muara Rupit, Selasa.

Ia menyebutkan, pada level provinsi telah mengeluarkan Perda untuk mempertahankan kearifan lokal, dengan modernisasi wilayah manusianya boleh menjadi modern namun tidak boleh melupakan kearifan lokal.

Di kesempatan ini, Herman Deru menyerahkan bantuan keuangan gubernur bersifat khusus sebanyak 55 miliar sebagai kado istimewa HUT ke-8 Kabupaten Muratara, yang di antaranya diperuntukkan pembangunan pasar induk. "Saya membantu pembangunan pasar induk ini asalkan di lokasi lahan yang tepat," pesannya.

Selain itu, ia juga akan merestui jika masyarakat Muratara menginginkan adanya pemekaran kecamatan agar tujuan pembangunan Kabupaten Muratara dapat lebih cepat berlangsung. 

"Pesan saya, fokuslah pada pembangunan yang pertama dan tidak melupakan para tokoh yang ada di kabupaten ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara, HA Inayatullah, menyampaikan kemajuan pembangunan Kabupaten Muratara dalam 8 tahun perintahan kabupaten sejak pemekaran wilayah.

Menurutnya, Kabupaten Muratara telah banyak mengalami kemajuan, namun masih perlu dilakukan kerja keras bersama dalam mewujudkan citra Muratara yang berhidayah. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top