Enam Tahun Buron, Pelaku Curas Dilumpuhkan Tekab 308 Polres Lamteng di Jakarta Selatan

Pelaku ditangkap anggota Tekab 308 berkat koordinasi dengan Polda Metro Jaya. Namun, saat penggerebekan berlangsung, pelaku melawan petugas dan berusaha akan melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur dan melumpuhkannya dengan timah panas.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Team Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menangkap AZ alias Ahmad, pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) alias begal yang sempat buron selama enam tahun dan bersembunyi di Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Pelaku ditangkap anggota Tekab 308 berkat koordinasi dengan Polda Metro Jaya. Namun, saat penggerebekan berlangsung, pelaku melawan petugas dan berusaha akan melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur dan melumpuhkannya dengan timah panas.

"Pelaku ditangkap di Jakarta Selatan pada Selasa, 1 Juni 2021. Karena melawan dan akan melarikan diri kami lakukan tindakan tegas terukur," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qurinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Rabu.

Edi menyebut, pelaku warga Kampung Gunungkatun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat ini menjadi buron setelah membegal korbannya NWL (40) warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusan Nyunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu, 9 Agustus 2015 lalu sekira pukul 15.00 WIB.

Saat itu, korban bersama anaknya mengendarai sepeda motor dari Dusun Rokal Gunungagung menuju Pasar Bandaragung. Saat melintas di kebun karet, korban dicegat dua pelaku dan ditodong sebilah golok. Karena diancam, korban merelakan sepeda motor Honda Beat warna orange Nopol BE 8163 IH serta uang Rp200 ribu yang berada di kantong korban dirampas pelaku.

Setelah sempat buron enam tahun lamanya, pada tanggal 31 Mei 2021 didapat informasi pelaku berada di Jakarta Selatan. Kemudian, Kapolres Lampung Tengah memerintahkan anggotanya untuk memburu pelaku AZ dan dilakukan penangkapan.

"Pelaku kami jerat Pasal 365 KUHP, melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, diancam hukuman dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun penjara," terang Edi Qurinas. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top