Ekspor Perikanan Lampung Naik 2,3 Persen, Udang Jadi Komoditas Utama

Periode yang sama tahun 2020, volume ekspor perikanan Lampung berjumlah 7.447.567 ton, sedangkan tahun ini naik menjadi 7.618.227 ton, yang jika dikonversikan naik sebanyak 170.660 ton dari tahun sebelumnya.



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Pada Januari hingga Mei 2021, volume ekspor perikanan Provinsi Lampung mengalami kenaikan 170.660 ton atau sebesar 2,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pada Januari hingga Mei 2021 ekspor perikanan Lampung naik sebesar 2,3 persen," kata Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Lampung, Rusnanto, Selasa.

Periode yang sama tahun 2020, volume ekspor perikanan Lampung berjumlah 7.447.567 ton, sedangkan tahun ini naik menjadi 7.618.227 ton, yang jika dikonversikan naik sebanyak 170.660 ton dari tahun sebelumnya.

Selain itu, dari tahun sebelumnya nilai ekspor perikanan Lampung juga mengalami kenaikan, dari Rp870 miliar saat ini sudah mencapai Rp1.034 triliun. Sedangkan, untuk frekuensi ekspor pada lima bulan terakhir mencapai 701 kali atau naik 129 kali dibanding tahun sebelumnya.

Setiap tahunnya ada lima komoditas perikanan yang menjadi andalan ekspor Lampung, antara lain udang yang menjadi komoditas utama dengan sumbangan nilai ekspor sebanyak Rp811 miliar dan disusul rajungan dengan volume ekspor 576 kilogram dengan nilai mencapai Rp173 miliar.

Kemudian, cumi-cumi volume mencapai 213 ton dengan nilai Rp18 miliar dan produk ikan beku dengan volume 348 ton dan nilai Rp 22 miliar. Komoditas terakhir dan masih didorong untuk terus produktif, yakni rumput laut kering yang selama periode Januari hingga Mei 2021nilai ekspornya mencapai Rp2 miliar dengan volume 317 ton.

"Ekspor perikanan Lampung masih menunjukkan pertumbuhan positif, dari segi nilai, frekuensi bahkan volume," jelas Rusnanto. (rz/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top