Dongkrak Perekonomian, Sarang Burung Walet Didorong Diekspor Langsung dari Lampung

"Kenapa ekspor harus melalui daerah lain kalau dari provinsi ini bisa, yang tentunya akan lebih menghemat biaya pengiriman dan juga dapat mendongkrak perekonomian daerah," kata Akhir Santoso.



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Tingginya pengiriman komoditas sarang burung walet (SBW) dari Provinsi Lampung didorong Balai Karantina Pertanian Lampung agar SBW asal daerah ini dapat langsung diekspor ke luar negeri.

Subkoordinator Substansi Karantina Hewan, Karantina Pertanian Lampung, Akhir Santoso mengatakan, selama ini sarang burung walet dari Lampung selalu dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia untuk diolah yang kemudian diekspor ke sejumlah negara pengekspor.

Menurutnya, jika produk SBW ini bisa diolah dan diekspor langsung dari Lampung tidak melalui daerah lain akan meningkatkan perekonomian pembudidaya sarang burung walet dan juga daerah ini. 

"Kenapa ekspor harus melalui daerah lain kalau dari provinsi ini bisa, yang tentunya akan lebih menghemat biaya pengiriman dan juga dapat mendongkrak perekonomian daerah," kata Akhir Santoso, Senin.

Apalagi, kata dia, dengan telah adanya beberapa tempat pencucian SBW di provinsi, pihaknya pun merasa optimis daerah ini bisa langsung mengekspor SBW tanpa musti dikirim dulu ke daerah lain sebelum diekspor. 

Ia menyebut, di Provinsi Lampung banyak rumah walet yang tersebar di berbagai kabupaten/kota menjadi bukti bahwa daerah ini mampu menghasilkan produk ekspor yang bernilai ekonomis tinggi. "Potensi dan peluang ini tentu harus ditangkap serta direspons dengan baik," ujarnya.

Berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Lampung, pada tahun 2020 tercatat 62 ton sarang burung walet asal Provinsi Lampung telah dikirim ke berbagai daerah di Tanah Air. 

Ke depan, untuk dapat langsung melakukan ekspor sendiri, Karantina Pertanian Lampung akan terus membina dan akan memberikan bimbingan teknis terkait ekspor SBW. (rz/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top