Dibatalkan Kemenhub, Babel Terus Upayakan Pengembangan Pelabukan Pangkal Balam

"Babel sangat membutuhkan pelabuhan tersebut," ungkap Gubernur Erzaldi saat bertemu dengan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), Agus H Purnomo, di Jakarta.



JAKARTA / BABEL, IPHEDIA.com - Pembatalan pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam oleh pihak Kementerian Perhubungan RI disayangkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengingat kebutuhan Babel atas pelabuhan ini. 

"Babel sangat membutuhkan pelabuhan tersebut," ungkap Gubernur Erzaldi saat bertemu dengan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), Agus H Purnomo, di Jakarta, Senin.  

Gubernur Erzaldi mengatakan, kebutuhan Babel atas pelabuhan ini karena memperhatikan beberapa hal, di antaranya semakin besarnya beban Pelabuhan Pangkal Balam Pangkalpinang, kondisi alur yang sangat sempit dan dangkal. 

Kemudian, semakin tinggi lalu lintas kapal di Tanjung Kalian atas barang dan komoditas Babel dan semakin tingginya kesiapan ekspor komoditas Babel yang masih melewati Palembang dan Lampung.

Selain itu, biaya reklamasi kawasan 100 hektar sudah dilaksanakan oleh pihak ketiga bekerja sama dengan BUMD untuk menjadi pelabuhan kontainer dan Pemprov Babel siap membangun fasilitas lain selain pengembangan pelabuhan yang bisa dilaksanakan oleh Kemenhub RI. 

Dalam pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Laut, Gubernur Erzaldi menyampaikan pentingnya pengembangan memang mempertimbangkan beberapa hal tersebut yang disampaikan melalui surat dan langsung. 

Menurutnya, pelabuhan ini merupakan nadi, jangan sampai komoditi ekspor Babel tidak dapat bersaing karena fasilitas dan sarana pelabuhan yang minim, seperti kapasitas muatan, waktu tunggu pasang surut air dan sebagainya. 

Mengenai penyampaian Gubernur Babel, Dirjen Perhubungan Laut mengatakan akan langsung menyampaikan kepada Menteri Budi Karya Sumadi, selain menyampaikan juga kepada Direktur Utama Pelindo tentang Pelabuhan Pangkal Balam Pangkalpinang. 

"Saya minta siapkan data volume kargo pelabuhan atas ekspor komoditas dan potensi-potensi ekspor yang dimiliki Babel," pesan Agus H Purnomo. 

Agus H Purnomo mengakui, beberapa kendala dan membutuhkan banyak biaya ketika tim melakukan survey lokasi Pelabuhan Pangkal Balam di Pangkalpinang. Panjangnya alur tidak cukup anggaran dengan digit yang mencapai miliaran sehingga diputuskan untuk dibatalkan. 

Pembangunan pelabuhan di luar kawasan Pangkal Balam dikatakannya akan dipertimbangkan jika lebih efisien dilihat dari posisi lokasi maupun biaya yang dibutuhkan. "Menjadi pertimbangan untuk tidak dikembangkan di dalam kawasan Pangkal Balam, tetapi di luar Pangkal Balam," ungkapnya. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top