Di Tengah Pertikaian Spanyol-Maroko, Pemimpin Kemerdekaan Sahara Barat Kembali ke Aljazair

Ghali terbang ke Aljazair dari Pamplona di Spanyol utara pada pukul 1:40 pagi waktu setempat pada Rabu dengan pesawat pribadi yang disewa secara resmi, kata juru bicara itu.

Foto: Reuters

ALJAZAIR, IPHEDIA.com - Pemimpin gerakan kemerdekaan Sahara Barat, Brahim Ghali, kembali ke Aljazair pada Rabu waktu setempat setelah menghabiskan lebih dari sebulan di rumah sakit di Spanyol - masa inap yang memicu pertikaian diplomatik antara Spanyol dan Maroko.

"Dia tiba dengan selamat," kata Jalil Mohamed, juru bicara Front Polisario di Spanyol.

Televisi pemerintah Aljazair kemudian menayangkan Presiden Abdelmadjid Tebboune mengunjungi Ghali di rumah sakit, tetapi tidak memberikan rincian diskusi mereka.

Rabat belum mengomentari kepergian Ghali dari Spanyol tetapi sebelumnya mengatakan bahwa itu tidak akan menyelesaikan perselisihan.

Front Polisario yang didukung Aljazair berjuang untuk kemerdekaan Sahara Barat, yang merupakan koloni Spanyol hingga pertengahan 1970-an dan diklaim oleh Maroko.

Ghali terbang ke Aljazair dari Pamplona di Spanyol utara pada pukul 1:40 pagi waktu setempat pada Rabu dengan pesawat pribadi yang disewa secara resmi, kata juru bicara itu.

Ghali, yang terkonfirmasi positif Covid-19, telah dirawat di rumah sakit Spanyol pada April atas alasan kemanusiaan, kata pemerintah Madrid.

Dia meninggalkan Spanyol beberapa jam setelah muncul dalam sidang jarak jauh dengan pengadilan tinggi Spanyol pada kasus kejahatan perang. Setelah sidang, hakim tidak memberlakukan pembatasan apa pun pada pemimpin Polisario dan mengizinkannya untuk meninggalkan negara itu.

Keputusan Spanyol untuk memasukkan Ghali ke rumah sakit di kota Logrono, Spanyol utara, di atas kertas Aljazair dan tanpa memberi tahu Rabat membuat marah Maroko, melansir Reuters.

Para pejabat Maroko menyatakan bahwa gelombang migran tiba-tiba berdatangan bulan lalu ke daerah kantong Ceuta di Afrika Utara Spanyol setelah pasukan keamanan tampaknya melonggarkan kontrol perbatasan adalah bentuk pembalasan.

Dukungan Aljazair untuk gerakan kemerdekaan Front Polisario juga merupakan sumber kemarahan di Maroko. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top