Cinta Diputus Video Mesum Viral di Medsos, Ayah Korban Tak Terima Lapor Polisi

"Pelaku ditangkap atas laporan polisi yang dilaporkan oleh ayah korban karena video rekaman tersebar di jejaring sosial WhatsApps," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Ramdani, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Senin.



BANDAR MATARAM, IPHEDIA.com - Sakit hati karena cintanya diputus sang pacar, seorang pemuda menyebar video mesumnya dengan korban --sebut saja namanya Bunga-- hingga viral di media sosial (Medsos). Tak terima rekaman video itu tersebar, orang tua korban melapor polisi.

"Pelaku ditangkap atas laporan polisi yang dilaporkan oleh ayah korban karena video rekaman tersebar di jejaring sosial WhatsApps," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Ramdani, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Senin.

Pelaku penyebar video mesum dengan pacarnya itu berinisial RAS alias Riski (19) warga Kampung Mataram Jaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Atas perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Seputih Mataram, Sabtu, 29 Mei 2021 sekira jam 16.30 WIB.

Kapolsek Seputih Mataram menjelaskan, motif pelaku Ras alias Riski menyebarkan video tersebut karena hubungan cintanya diputus pada 15 April 2021 dan sejak itu nomor teleponnya di blokir oleh korban Bunga. 

Karena sakit hati, pelaku lalu menyebarkan rekaman adegan layaknya hubungan suami istri tersebut melalui WhatsApp. Rupanya, orangtuanya korban Bunga mengetahui video itu dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seputih Mataram.

Dari keterangan pelaku dan korban kepada polisi, video itu direkam di rumah kakak pelaku di Kampung Mataram Jaya  Kecamatan Bandar  Mataram, Lampung Tengah. Pengakuan pelaku, perbuatan hubungan layaknya suami istri itu dilakukan tidak hanya sekali itu saja terhadap korban, akan tetapi sudah beberapa kali.

Untuk pendalaman kasus ini selain telah menangkap pelaku, Polsek Seputih Mataram juga sudah mengamankan barang bukti pakaian yang dipakai korban Bunga. 

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 D Jo 81 dan 76 E Jo 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 thn 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun penjara atau lebih. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top