Cemburu, Suami Aniaya Istri Sirihnya. Pelaku Ditangkap Anggota Polsek Seputih Surabaya

Si suami yang menganiaya istri sirihnya, Kunjarwati, warga Kampung Sumberkaton, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah ini, bermula kecemburuan pelaku MS alias Udin terhadap korban yang sedang dekat dengan laki-laki lain.



SEPUTIH SURABAYA, IPHEDIA.com - Karena cemburu istri sirihnya didekati laki-laki lain, MS alias Udin, warga Kampung Srikencono, Kecamatan Buminabung, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, ditangkap anggota Polsek Seputih Surabaya.

"Pelaku ditangkap pada Senin, 14 Juni 2021 sekira pukul 10.00 WIB," kata Kapolsek Seputih Surabaya, AKP Yoni, ST., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik, Rabu.

Ia menjelaskan, si suami yang menganiaya istri sirihnya, Kunjarwati, warga Kampung Sumberkaton, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah ini, bermula kecemburuan pelaku MS alias Udin terhadap korban yang sedang dekat dengan laki-laki lain. 

Dari keterangan korban, pada Jumat, 11 Juni 2021 sekira pukul 16.00 WIB, pelaku datang ke kediamannya dan terjadi cekcok mulut antara pelaku dengan korban. Kemudian, pelaku menganiaya korban dengan cara menjambak rambut, memukul pipi dan menendangnya. 

"Atas kejadian ini, korban melapor ke Polsek Seputih Surabaya dengan bukti pendukung, berupa surat hasil visum et refertum yang dikeluarkan UPT Puskesmas Seputih Surabaya,” jelas Yoni.

Pelaku ditangkap anggota bersama Kanit Reskrim Polsek Seputih Surabaya saat berada di kediaman Siti Suprehaten, Kampung Sumberkaton, Kecamatan Seputih Surabaya, tanpa perlawanan, Senin, 14 Juni 2021 sekira pukul 10.00 WIB.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku MS alias Udin kami jerat Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman kurungan minimal lima tahun penjara," terang Joni. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top