Cegah Paham Radikal, Polda Lampung Laksanakan Operasi Bina Waspada Krakatau 2021

Sasaran pelaksanaan Operasi Bina Waspada Krakatau 2021 ini dengan target operasi terhadap kelompok-kelompok yang diduga berpotensi radikal serta mencegah paham radikal yang mulai tumbuh dan akan berkembang.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Untuk mencegah paham radikalisme, Polda Lampung melaksanakan giat Operasi Bina Waspada Krakatau 2021 yang dilaksanakan selama 12 hari, dimulai dari tanggal 7-18 Juni 2021.

Sasaran pelaksanaan Operasi Bina Waspada Krakatau 2021 ini dengan target operasi terhadap kelompok-kelompok yang diduga berpotensi radikal serta mencegah paham radikal yang mulai tumbuh dan akan berkembang.

"Tim pengawasan dan monitoring Was Ops Bina Waspada yang dilaksanakan secara terpusat oleh Polda Lampung dan Polres jajaran," kata Tim Was Ops Bina Waspada Itwasda Polda Lampung, Kombes Pol Drs Jauhari, MM., di ruang Rupatama Polres Lampung Tengah, Senin.

Pelaksanaan Was Ops yang dilaksanakan Itwasda Polda Lampung tersebut dipusatkan di Polres Lampung Tengah dengan tiga Polres yang melaksanakan pengawasan, yakni Polres Lampung Tengah (Lamteng), Polres Metro dan Polres Lampung Timur (Lamtim).

Dalam pelaksanaan operasi ini, tugas pokok Polri dengan mengedepankan kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang didukung giat deteksi dan bantuan operasi. 

Hal ini dalam rangka pemeliharaan situasi dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta terbangunnya masyarakat dalam pencegahan atau menangkal segala paham radikal atau kelompok radikal.

Tim Was Ops Itwasda Polda Lampung melakukan pengawasan, monitoring dan supervisi yang dilakukan jajaran Polda Lampung dengan tujuan dalam pelaksanaan operasi sesuai dengan rencana kegiatan, pengendalian anggaran operasi, personel serta sarana dan prasarana. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top