Barang Bukti Sabu, Ekstasi Hingga Rokok Ilegal Dimusnahkan Kejari Sidoarjo, Nilainya Capai Rp30 Miliar

Kepala Kejari Sidoarjo, Arief Zahrulyani, SH., mengatakan barang bukti yang dimusnahkan itu, berupa 30,9 kilogram sabu, ganja 3,3 kilogram, Pil LL 1.240 butir, ekstasi 1.045 butir, tembakau Gorila 3,2 kilogram dan rokok ilegal atau tanpa cukai sebanyak 11 karton.



SIDOARJO, IPHEDIA.com - Kejari Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), memusnahkan barang rampasan dari barang bukti 469 perkara tindak pidana umum dan khusus yang berkekuatan hukum tetap. Barang bukti tersebut terkumpul dalam kurun waktu satu tahun ini hingga senilai Rp30 miliar. 

Kepala Kejari Sidoarjo, Arief Zahrulyani, SH., mengatakan barang bukti yang dimusnahkan itu, berupa 30,9 kilogram sabu, ganja 3,3 kilogram, Pil LL 1.240 butir, ekstasi 1.045 butir, tembakau Gorila 3,2 kilogram dan rokok Ilegal atau tanpa cukai sebanyak 11 karton. 

“Barang bukti yang kita musnahkan hari ini merupakan akumulasi dari perkara yang sudah ditangani dalam satu tahun ini,” katanya dalam pemusnahan barang bukti di halaman Kantor Kejari Sidoarjo, Rabu. 

Lebih lanjut Arief menambahkan, pemusnahan barang bukti sabu, Pil LL dan ekstasi itu dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator milik BNN Provinsi Jawa Timur. Melalui mesin itu, asap dari hasil pembakaran itu langsung keluar dari cerobong asap.

“Untuk barang bukti lainnya, seperti handphone (HP) dihancurkan dengan palu. Sedangkan untuk barang bukti ribuan batang rokok ilegal langsung dibakar massal hingga lebur menjadi abu,” imbuhnya.

Arief menambahkan selain karena memang sudah ketentuan, pemusnahan barang bukti itu juga sebagai bentuk transparansi tim penyidik dan jaksa eksekutor Kejari Sidoarjo kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat bisa menyaksikan jika barang sitaan yang harus dimusnahkan itu benar-benar dihancurkan.

"Barang bukti yang dimusnahkan itu agar tidak disalahgunakan lagi oleh orang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Sedangkan jika ditaksir, nilai untuk seluruh barang bukti SS itu nilainya mencapai sekitar Rp30 miliar. "Nilainya cukup besar. Tetapi tetap dimusnahkan karena memang barang terlarang itu dilarang beredar di kalangan masyarakat," jelasnya.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menegaskan, barang bukti SS dan lainnya itu bisa merusak generasi penerus bangsa di Sidoarjo. "Karena itu, meski nilainya fantastis tetap akan dimusnahkan agar peredaran barang terlarang tidak merusak generasi muda di Sidoarjo," tandasnya. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top