AS Serukan Nikaragua Bebaskan Tokoh Oposisi Chamorro

Chamorro adalah calon presiden potensial dalam pemilihan 7 November dan putri mantan Presiden Violeta Barrios de Chamorro. Penahanannya adalah yang terbaru dari serangkaian langkah Presiden Daniel Ortega, yang menurut para pengkritiknya untuk mencegah kandidat mencalonkan diri melawannya dalam upaya pemilihannya kembali.

Foto: AP

MANAGUA, IPHEDIA.com - Departemen Luar Negeri AS pada Jumat waktu setempat meminta Nikaragua untuk membebaskan tokoh oposisi Cristiana Chamorro, yang ditahan tanpa komunikasi di rumahnya setelah laptop dan ponselnya disita.

Chamorro adalah calon presiden potensial dalam pemilihan 7 November dan putri mantan Presiden Violeta Barrios de Chamorro. Penahanannya adalah yang terbaru dari serangkaian langkah Presiden Daniel Ortega, yang menurut para pengkritiknya untuk mencegah kandidat mencalonkan diri melawannya dalam upaya pemilihannya kembali.

Pada Selasa, pemerintah mendakwa Chamorro melakukan pencucian uang yang melibatkan dugaan penyimpangan keuangan terkait dengan Yayasan Rekonsiliasi dan Demokrasi Violeta Barrios de Chamorro, yang dipimpinnya. Kelompok non-pemerintah ini dinamai menurut nama ibunya. Departemen Luar Negeri menyerukan pembebasan tidak hanya Chamorro, tetapi juga dua karyawan yayasan.

“Penahanan mereka atas tuduhan palsu adalah penyalahgunaan hak-hak mereka, dan itu merupakan serangan terhadap nilai-nilai demokrasi serta upaya yang jelas untuk menggagalkan pemilihan umum yang bebas dan adil,” menurut pernyataan AS.

"Penangkapan Chamorro terjadi di tengah serangan tak henti-hentinya terhadap kandidat presiden pro-demokrasi dan media independen. Rezim Ortega telah berjanji untuk melarang Chamorro berpartisipasi dalam pemilihan November dan pada Mei, membatalkan status hukum dua partai politik oposisi tanpa dasar,” tambah pernyataan itu, melansir AP.

Pada Rabu, polisi menggerebek rumah dan menempatkan Chamorro di tahanan rumah, dan pengadilan mengabulkan permintaan dari jaksa untuk melarang Chamorro mencalonkan diri dalam pemilihan 7 November atau memegang jabatan publik, mengutip tuduhan terhadapnya.

Chamorro mengatakan tuduhan itu dibuat-buat untuk menjauhkannya dari kontestasi pemilihan presiden. Pada bulan Januari, dia mengundurkan diri dari perannya di yayasan. Sebulan kemudian, ia menutup operasinya di Nikaragua setelah pengesahan undang-undang agen asing yang dirancang untuk melacak pendanaan asing dari organisasi yang beroperasi di negara itu.

Dewan Pemilihan Tertinggi Nikaragua dan kongres telah mempersempit ruang gerak oposisi negara itu. Pada bulan Mei, dewan membatalkan status hukum Partai Restorasi Demokratik, yang diharapkan berpotensi menjadi kendaraan untuk tawaran koalisi oposisi melawan Ortega.

Ibu Cristiana Chamorro mengalahkan Ortega untuk memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 1990 dan menjabat hingga 1997. Suaminya, Pedro Joaquin Chamorro, telah menjalankan surat kabar keluarganya La Prensa dan dipenjara serta dipaksa ke pengasingan beberapa kali oleh kediktatoran Anastasio Somoza. Dia akhirnya dibunuh pada tahun 1978. Cristiana Chamorro adalah wakil presiden La Prensa. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top