Warga Kulit Hitam Brasil Memprotes Rasisme

Sekitar 1.000 orang berbaris melalui pusat kota Rio de Janeiro pada malam hari memegang lilin dan tanda bertuliskan, "Jangan bunuh saya, bunuh rasisme," dan menuduh Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro melakukan genosida melalui kekerasan polisi.

Foto: Reuters

BRAZIL, IPHEDIA.com - Warga kulit hitam Brasil berdemonstrasi di dua kota terbesar negara itu pada Kamis waktu setempat untuk memprotes rasisme dan kekerasan polisi terhadap komunitas mereka, dalam versi lokal gerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat, dan menuduh presiden negara itu melakukan genosida.

Mereka juga memprotes apa yang mereka sebut peringatan "palsu" dari penghapusan perbudakan, yang secara resmi ditandai untuk hari di tahun 1888 ketika putri raja Brasil, Putri Isabel, menandatangani undang-undang yang membebaskan budak.

Orang kulit hitam Brasil merayakan akhir perbudakan pada 20 November, peringatan pembunuhan Zumbi, sosok perlawanan terhadap perbudakan dan pemimpin terakhir komunitas budak yang melarikan diri bernama Palmares.

Sekitar 1.000 orang berbaris melalui pusat kota Rio de Janeiro pada malam hari memegang lilin dan tanda bertuliskan, "Jangan bunuh saya, bunuh rasisme," dan menuduh Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro melakukan genosida melalui kekerasan polisi.

Tanda-tanda lain mengecam kematian akibat penembakan 28 orang di sebuah permukiman kumuh bernama Jacarezinho di pinggiran Rio de Janeiro seminggu lalu dalam operasi yang menurut polisi menjadi sasaran para pengedar narkoba.

Aktivis hak asasi manusia menuduh polisi melakukan pembunuhan di luar hukum dengan mengatakan banyak dari korban tewas di tempat yang tidak dalam penyelidikan. 

Seorang hakim Mahkamah Agung mengatakan dia melihat tanda-tanda eksekusi sewenang-wenang dalam penggerebekan Jacarezinho. 

Di São Paulo, melansir Reuters, Jumat, sejumlah demonstran memenuhi jalan utama untuk menentang rasisme dan kekerasan polisi.

"Kami menandai tanggal penghapusan palsu perbudakan, dan tragedi di Jacarezinho di mana polisi menyergap 28 orang untuk membunuh mereka dengan darah dingin," kata João de Oliveira.

"Presiden Bolsonaro dan wakil presidennya bahkan memuji pembantaian itu. Dia melakukan genosida. Kami di sini untuk memprotes," tambahnya. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top