Total Vaksin Covid-19 Terserap di Sumsel 566.437 Dosis

"Capaian serapan vaksin saat ini 78,97 persen dari 717.300 dosis yang telah diterima daerah ini," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Yusri.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Total dosis vaksin Covid-19 yang telah terserap di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari tahap I sampai dengan saat ini memasuki tahap II sudah mencapai 566.437 dosis.

Ratusan ribu dosis vaksin tersebut terserap untuk tiga kelompok, yakni sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan petugas publik serta orang lanjut usia (Lansia). 

"Capaian serapan vaksin saat ini 78,97 persen dari 717.300 dosis yang telah diterima daerah ini," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Yusri, Sabtu.

Ia mengatakan, pada tahap I total penerima Vaksin Covid-19 untuk ketiga kelompok tersebut berjumlah 328.035 orang, dan tahap II sejak 14 Januari hingga 14 Mei 2021 sebanyak 238.402 orang. "Total dosis yang telah terserap seluruhnya saat ini mencapai 566.437 dosis," jelasnya.

Di antara ketiga kelompok itu, SDM kesehatan dan petugas publik diakuinya paling cepat dan banyak menerima vaksin karena mobilisasi penerima vaksinasi lebih mudah dibandingkan lansia.

Dia merinci, total SDM kesehatan yang telah selesai divaksinasi berjumlah 42.339 orang (86,4 persen), kelompok petugas publik mencapai 163.249 orang (37,1 persen) dan kelompok lansia baru 32.814 orang (4,6 persen).

Sementara, berdasarkan target sasaran total SDM kesehatan yang harus divaksinasi di Sumsel berjumlah 49.007 orang, untuk petugas publik 439.477 orang dan lansia mencapai 720.076 orang.

Realisasi vaksinasi tahap II SDM kesehatan paling tinggi dicatat Kabupaten Lahat, yakni mencapai 115 persen dan realisasi terendah Kabupaten Empat Lawang dan OKI masing-masing 73,2 persen.

Kemudian, realisasi vaksinasi kelompok petugas publik paling tinggi dicapai Kota Palembang (66,5 persen) dan terendah Kabupaten Ogan Ilir (19,3 persen). Sedangkan, untuk kelompok lansia paling tinggi Kota Palembang (16,61 persen) dan terendah Banyuasin (1,41 persen). (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top