Tembakan Roket Palestina dan Serangan Israel di Gaza Memasuki Hari Kedua

Ledakan mengguncang gedung-gedung di Gaza dan sirene roket mengirim orang-orang Israel di banyak kota di selatan untuk berlindung semalaman. Dalam serangan ini, puluhan warga di kedua belah pihak tewas dan ratusan lainnya terluka.

Foto: Reuters

GAZA, IPHEDIA.com - Palestina menembakkan rentetan roket tanpa henti ke Israel, ketika militernya menggempur Gaza dengan serangan udara hingga dini hari Selasa waktu setempat, dalam eskalasi bentrokan yang dramatis di Yerusalem.

Ledakan mengguncang gedung-gedung di Gaza dan sirene roket mengirim orang-orang Israel di banyak kota di selatan untuk berlindung semalaman. Dalam serangan ini, puluhan warga di kedua belah pihak tewas dan ratusan lainnya terluka.

Peristiwa itu dilancarkan oleh militan Gaza yang menembaki wilayah Yerusalem untuk pertama kalinya sejak perang 2014, melintasi apa yang disebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai "garis merah".

Meningkatnya kekerasan terjadi saat Israel merayakan "Hari Yerusalem", menandai penangkapannya atas Yerusalem Timur dalam perang Arab-Israel tahun 1967.

Eskalasi dimulai dengan konfrontasi di Masjid Al-Aqsa di jantung Kota Tua yang bertembok di kompleks yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount dan bagi Muslim sebagai Tempat Suci, situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina melansir Reuters, Selasa, mengatakan lebih dari 300 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel, yang menembakkan peluru karet, granat kejut dan gas air mata di kompleks tersebut. Polisi mengatakan 21 petugas terluka dalam bentrokan itu.

Meskipun masalah mereda setelah beberapa jam, ada titik fokus ketegangan lainnya, seperti lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur di utara Kota Tua, di mana beberapa keluarga Palestina menghadapi penggusuran dari rumah yang diklaim oleh pemukim Yahudi dalam waktu yang lama. menjalankan kasus hukum.

Hamas, kelompok militan yang menguasai Gaza, menetapkan tenggat waktu malam bagi Israel untuk mengeluarkan polisi dari Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah. Ketika kedaluwarsa, sirene meraung di Yerusalem dan roket menghantam pinggiran kota. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top