Tembakan Mortir Hantam Pesta Pernikahan di Afghanistan, Sedikitnya 6 Tewas dan Lainnya Cidera

Shayeq Shoresh, juru bicara polisi provinsi, menyalahkan Taliban karena menembakkan mortir dan menewaskan setidaknya enam warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak serta empat lainnya terluka. Namun, seorang pejabat keamanan senior di Kabul menyebutkan korban tewas sedikitnya 10 orang dan jumlah yang terluka 18 orang.

Foto: Reuters via Khaleejtimes

AFGANISTAN, IPHEDIA.com - Sedikitnya enam warga sipil Afghanistan tewas dan beberapa lainnya cedera ketika peluru mortir menghantam sebuah rumah saat menyelenggarakan pesta pernikahan di provinsi Kapisa utara, kata pejabat keamanan pada Minggu.

Ledakan pada Sabtu malam waktu setempat terjadi di distrik Tagab dalam pertempuran antara pasukan pemerintah Afghanistan dan gerilyawan Taliban.

Shayeq Shoresh, juru bicara polisi provinsi, menyalahkan Taliban karena menembakkan mortir dan menewaskan setidaknya enam warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak serta empat lainnya terluka. Namun, seorang pejabat keamanan senior di Kabul menyebutkan korban tewas sedikitnya 10 orang dan jumlah yang terluka 18 orang.

Seorang juru bicara Taliban melansir Reuters membantah tuduhan itu dan mengatakan mortir itu ditembakkan oleh pasukan keamanan Afghanistan. Warga sipil Afghanistan sering menanggung beban serangan karena mereka terjebak dalam baku tembak.

Kekerasan meningkat tajam di seluruh negeri sejak Washington mengumumkan rencana bulan lalu untuk menarik semua pasukan AS keluar dari Afghanistan pada 11 September.

Hampir 1.800 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka dalam tiga bulan pertama tahun 2021 selama pertempuran antara pasukan pemerintah dan gerilyawan Taliban meskipun ada upaya untuk menemukan perdamaian, kata PBB bulan lalu.

Menurut laporan tahunan Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan tahun lalu, ada 8.500 korban sipil pada tahun 2020, termasuk 2.958 kematian. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top