Tekab 308 Polres Tanggamus Tangkap Empat Pelaku Terkait Video Viral Curas di Pantai Limau

Atas dasar laporan korban berinsial AL (15) warga Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu itu ke Polres Tanggamus, akhirnya polisi dapat mengidentifikasi dan menangkap empat dari lima pelaku.



TANGGAMUS, IPHEDIA.com - Tekab 308 Polres Tanggamus, Provinsi Lampung, menangkap empat dari lima pelaku dugaan pencurian dengan kekerasan (Curas) di area Pantai Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, yang videonya sempat viral.

Setelah mengidentifikasi TKP, jajaran Polres Tanggamus lalu melakukan penjemputan korban yang berada ditempat kerjanya di Kota Bandarlampung guna membuat laporan polisi di Polres Tanggamus.

Atas dasar laporan korban berinsial AL (15) warga Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu itu ke Polres Tanggamus, akhirnya polisi dapat mengidentifikasi dan menangkap empat dari lima pelaku.

Pengungkapan bermula diamankannya Robi Yansyah (20), pelaku yang sempat memukul korban saat korban mencegahnya kabur sekaligus mengamankan motornya Yamaha Jupiter MX yang sempat ditahan korban saat terekam video amatir warga.

Pelaku kedua bernama Sahriyanto (38) yang ditangkap saat berada di rumahnya di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur. Pria berbadan besar ini merupakan pelaku yang merusak kunci motor korban.

Dua pelaku lainnya, yakni Erdiansyah (23) dan Ilham Juanda (21) ditangkap setelah Tekab 308 Polres Tanggamus melakukan tindakan persuasif karena mereka kabur ke wilayah Gadingrejo Pringsewu dan kembali ke Kotaagung dan diamankan di jalan raya Kota Agung Timur.

Selain menangkap keempat orang tersebut, petugas juga masih memburu seorang pelaku lainnya bernama Kevin yang juga merupakan warga Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora, SH., mengungkapkan, keempat pelaku ditangkap dalam tempo beberapa jam di tiga tempat berbeda setelah korbannya AL didampingi pamannya membuat laporan polisi ke Polres Tanggamus pada Kamis.

"Keempat pelaku merupakan warga Pekon Sukabanjar ditangkap di tiga tempat berbeda setelah korbannya membuat laporan polisi," ungkap Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya, S.IK., Jumat.

Kasat menjelaskan, kejadian Curas tersebut terjadi pada Minggu, 16 Mei 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban bersama dengan temannya berinisial ES akan menuju ke pantai di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.

Saat dalam perjalanan tepatnya di Jalan Cuku Pandan Pekon Padangratu, korban bersama dengan temannya berinisial ES diberhentikan oleh 5 orang laki-laki yang tidak dikenal dan meminta uang untuk membeli rokok.

"Dari salah satu pelaku mengambil uang sebanyak Rp700 ribu yang berada di dompet korban dan pelaku lainnya merusak kunci motor milik korban. Kmudian, kelima orang pelaku tersebut pergi meninggalkan korban," jelasnya.

Menurut hasil pemeriksaan, peran mereka berbeda-beda, dimulai dari salah satu pelaku Erdiansyah meminta uang Rp30 ribu, lalu pelaku Kevin (DPO) meminta Rp50 ribu sambil merebut HP teman korban namun kembali merebutnya.

Setelah HP kembali di tangan korban, pelaku Kevin menggeledah dan mengambil uang Rp700 ribu dari dompet korbannya itu. 

Bersamaan dengan perebutan HP dan pengambilan uang korban, Sahriyanto salah satu pelaku berusaha mengambil motor korban dengan merusak kunci kontak menggunakan obeng namun tidak berhasil.

Setelah menguasai uang Rp700 ribu, 4 pelaku melarikan diri menggunakan 3 motor. Tapi, saat pelaku Robi Yansyah hendak kabur, sepeda motornya tidak dapat dihidupkan sehingga korban memiliki kesempatan menarik kunci motor salah satu pelaku ini.

"Peran masing-masing pelaku yakni Kevin (DPO) eksekutor mengambil uang korban ditemani oleh pelaku Erdiansyah dan Ilham Juanda. Pelaku Sahriyanto merusak kunci motor korban dan Robi Yansyah mengawasi situasi," jelasnya.

Kasat menyebut, proses penangkapan berawal dari pelaku Robi Yansah yang terekam video amatir warga sehingga berhasil terungkap siapa saja 4 pelaku lainnya, namun seorang pelaku telah melarikan diri.

"Dari penangkapan Robi juga diamankan sepeda motor yang terekam kamera. Lalu, dilakukan pengembangan sehingga berhasil ditangkap 3 pelaku lainnya," ujarnya.

Kesempatan itu, Kasat mengimbau masyarakat apabila melihat peristiwa tindak pidana agar segera melaporkan ke polisi.

"Jika masyarakat melihat peristiwa tindak pidana, mohon segera dilaporkan ke pihak Polri, dan saksi, korban dijamin dilindungi oleh undang-undang perlindungan terhadap saksi dan korban," imbaunya.

Saat ini, keempat tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. "Terhadap keempat pelaku dipersangkakan Pasal 365 KUHPidana ancaman 9 tahun penjara," pungkasnya.

Menurut pelaku Robiyansyah, ia hanya mengambil uang Rp15 ribu dari tangan korban, akan tetapi uang itu terjatuh saat rebutan kunci motornya saat hendak kabur. "Saya dapat uang Rp15 ribu tapi terjatuh saat hendak kabur, korban menarik kunci motor saya," ucap pria berbadan kurus tersebut.

Sementara, tersangka Sahriyanto mengaku tidak diberikan uang oleh Kevin sebab dia hanya ingin mencuri motor korban walaupun tidak berhasil. "Saya niatnya curi motor untuk dijual guna kebutuhan sehari-hari," ucap pria berbadan besar itu.

Sedangkan pengakuan tersangka Erdiansyah dan Ilham Juanda, mereka diberikan uang oleh Kevin sebesar Rp200 ribu yang mereka bagi dua dan telah habis untuk membeli rokok. "Kami dikasih 200 ribu sama kevin, uangnya sudah habis dipakai beli rokok," kata keduanya kompak.

Untuk diketahui, sebelumnya video viral dengan durasi 1.37 detik yang diduga terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) atau pendongan ini diduga terjadi di jalan pantai wilayah Kecamatan Kotaagung Timur, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus. (*/ed/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top