Tekab 308 Polres Lamteng Tembak Mati Pelaku Curas Sadis

Residivis DPO yang dilumpuhkan itu merupakan pelaku yang dikenal sadis karena tidak segan melukai korbannya saat melakukan aksinya. Bahkan, pelaku Es alias Jarwo ini dalam catatan polisi terlibat dalam banyak kasus curat di sejumlah TKP. 



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Tekab 308 Polres Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menembak mati residivis ES alias Jarwo alias Ngapak alias Watno (41) warga Kampung Surabaya, Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah. 

Residivis DPO yang dilumpuhkan itu merupakan pelaku yang dikenal sadis karena tidak segan melukai korbannya saat melakukan aksinya. Bahkan, pelaku Es alias Jarwo ini dalam catatan polisi terlibat dalam banyak kasus curat di sejumlah TKP.

"Pelaku Es alias Jarwo tersebut banyak terlibat dalam kasus curat di beberapa tempat, di antaranya perampokan toko emas milik Handoko yang terjadi di wilayah Padangratu pada 2012 lalu," ujar Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., saat menggelar konfrensi pers di Mapolres setempat, Jumat.

Menurut keterangan AKBP Popon Ardianto Sunggoro, pelaku ES selain pernah terlibat perampokan toko emas, juga terlibat tindak kejahatan curas, antara lain TKP di jalan Kampung Tanjungjaya, Kecamatan Bangunrejo, dengan korban Budi Faharjo, warga Megelangan Kota Metro.

Saat itu, Budi Faharjo sedang mengampas barang ke toko-toko dicegat oleh empat pelaku. Kemudian, pelaku memukul korban dan merampas uang korban sejumlah Rp100 juta. Usai menggasak uang korbannya, pelaku langsung kabur menggunakan dua sepeda motor Hoda Beat warna hitam dan putih biru.

Diungkapkan Kapolres, kejadian lain yang dilakukan pelaku, yakni di wilayah Punggur dengan korban Mirdiansyah. Toko Multi M (MM) milik korbannya itu dibobol pelaku dengan cara merusak rolling door (pintu) toko. Pakaian yang ada di dalam toko dicuri dan dimasukan ke mobil pelaku.

Dengan adanya kejadian itu, Mirdiansyah mengalami kerugian kurang lebih Rp38 juta. Pada saat para pelaku melakukan aksinya, peristiwa tersebut diketahui oleh salah satu karyawan yang diam-diam sengaja melakukan pengambilan gambar (video). Setelah menjalankan aksinya, pelaku buru-buru kabur, namun dompet pelaku ES terjatuh dan tertinggal di dalam toko.



Keberadaan pelaku diketahui setelah didapat informasi bahwa ia berada di rumah istri mudanya di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Tak menunggu lama, petugas langsung melakukan pengintaian.

Pada saat dikepung, pelaku berlari ke samping rumah dan terdesak. Pelaku mengeluarkan senjata apinya dan berusaha melawan anggota yang melakukan penyergapan. Beruntung dengan sigap petugas langsung melakukan tindakan tegas terukur sehingga pelaku dapat dilumpuhkan. 

"Pelaku dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan, namun nyawanya tidak dapat tertolong lagi," tambah Popon.

Dari pelaku, polisi mengamankan senjata api rakitan jenis revolver warna stainless dengan 4 butir amunisi aktif kaliber 5,56,  KTP dan ATM yang berada di dalam dompet pelaku serta 1 unit mobil jenis Avanza warna silver yang digunakan pada saat melakukan aksinya berdasarkan video yang terekam oleh salah satu karyawan toko MM Punggur.

"Selain itu, barang bukti lainnya yang disita sepeda motor Honda Beat warna putih biru yang mana digunakan pelaku untuk melakukan kejahatannya di TKP Bangun Rejo," imbuhnya.

Diketahui, pelaku ES merupakan komplotan residivis curat dan curas yang beranggotakan 4 orang, akan tetapi baru berhasil diamankan 1 orang dan 3 pelaku lainnya masih dilakukan pengejaran polisi.

Terkait kejadian C3 di wilayah kukum Polres Lampung Tengah, Popon berpesan agar masyarakat segera melapor ke Polsek setempat. "Saya selaku Kapolres Lampung Tengah berpesan apabila terjadi kasus-kasus C3 agar untuk segera melaporkan ke Polsek terdekat," pesan Popon.

Kapolres Lamteng menegaskan akan melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku-pelaku kriminal C3 yang melakukan aksinya di Kabupaten Lampung Tengah. "Kepada para pelaku yang masih buron, silahkan anda bersembunyi, kami akan cari," tegasnya. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top