Tanggapan Atas Kudeta, Blok Afrika Barat Tangguhkan Keanggotaan Mali di ECOWAS

Para pemimpin dari 15 anggota Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat mengadakan pertemuan darurat di ibukota Ghana, Accra, untuk menyetujui tanggapan atas penggulingan presiden dan perdana menteri oleh militer Mali untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan belakangan.

Kolonel Assimi Goita, pemimpin junta militer Mali (Foto: Reuters)

MALI, IPHEDIA.com - Blok regional Afrika Barat ECOWAS pada Minggu waktu setempat menangguhkan keanggotaan Mali sebagai tanggapan atas kudeta pekan lalu dan mengatakan pihak berwenang harus berpegang pada jadwal untuk kembali ke demokrasi.

Para pemimpin dari 15 anggota Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat mengadakan pertemuan darurat di ibukota Ghana, Accra, untuk menyetujui tanggapan atas penggulingan presiden dan perdana menteri oleh militer Mali untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan belakangan.

Tetangga Mali dan kekuatan internasional khawatir pemberontakan terbaru akan merusak komitmen untuk mengadakan pemilihan presiden mendatang, dan merusak perang regional melawan militan Islam.

Dalam komunike setelah KTT, ECOWAS mengatakan keanggotaan Mali di blok itu ditangguhkan dengan segera. Namun, mereka tidak mengumumkan sanksi seperti yang diberlakukan setelah kudeta Agustus lalu. Para anggota untuk sementara waktu menutup perbatasan mereka dengan Mali dan menghentikan transaksi keuangan.

Meski demikian, ECOWAS tidak meminta presiden sementara baru Assimi Goita untuk mundur. Kolonel angkatan darat, yang memimpin kudeta Agustus dan pemberontakan minggu lalu, dinyatakan sebagai presiden pada Jumat. 

Sebaliknya, ECOWAS mengatakan perdana menteri sipil baru harus dicalonkan dan pemerintah inklusif baru dibentuk untuk melanjutkan program transisi.

"Tanggal 27 Februari 2022 yang sudah diumumkan untuk pemilihan presiden harus benar-benar dipertahankan," kata komunike para pemimpin itu, melansir Reuters.

Tidak ada tanggapan langsung dari Goita, yang menghadiri KTT tersebut. Goita, komandan pasukan khusus berusia 38 tahun, adalah salah satu dari beberapa kolonel yang menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keita tahun lalu.

Dia memerintahkan penangkapan Senin lalu terhadap Presiden sementara Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane. Keduanya mengundurkan diri pada Rabu saat masih dalam tahanan. Mereka kemudian dibebaskan.

ECOWAS dan kekuatan Barat termasuk Prancis dan Amerika Serikat khawatir krisis politik dapat memperburuk ketidakstabilan di Mali utara dan tengah, pangkalan bagi afiliasi regional al Qaeda dan ISIS. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top