SMAN 1 Gunungsugih Lakukan Bakti Sosial Berbagi Sembako di Lingkungan Sekolah

"Paket sembako ini dialokasikan untuk warga di lingkungan sekolah, terutama bagi siswa yang ekonomi keluarganya kurang mampu dan panti asuhan," ujar Kepala SMAN 1 Gunungsugih, Hi Hasanuddin, S.Pd.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Bulan Ramadan banyak dipergunakan umat Muslim untuk melakukan amal baik. Hal ini agar mendapatkan berkah pahala dengan saling peduli dan berbagi terhadap sesama.

Momen Ramadan pada Kamis, 6 April 2021 lalu, SMAN 1 Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menggelar bakti sosial berbagi 65 paket sembako. 

"Paket sembako ini dialokasikan untuk warga di lingkungan sekolah, terutama bagi siswa yang ekonomi keluarganya kurang mampu dan panti asuhan," ujar Kepala SMAN 1 Gunungsugih, Hi Hasanuddin, S.Pd., Minggu.

Dikatakan Hasanudin, di bulan Ramadan ini, warga sekolah mulai dari guru, siswa serta OSIS dan Rohis melaksanakan program bakti sosial dengan membagikan 65 paket sembako.
 

"Pembagian paket sembako ini semoga dapat membantu mencukupi kebutuhan jelang Idul Fitri. Dari paket sembako itu, diberikan kepada siswa yang membutuhkan, lalu dibagikan kepada warga kurang mampu dilingkungan sekitar sekolah serta panti asuhan," jelasnya.

Bakti sosial tersebut, lanjut Hasanuddin, lebih mengarah di seputar sekolah dengan harapan untuk lebih menumbuhkan rasa peduli yang dimulai dari lingkungan terkecil dahulu. "Ke depan, semoga baksos bisa berkelanjutan dan dapat meningkat jumlah paket sembako yang diberikan ke masyarakat yang lebih luas lagi diluar sekolah," paparnya.

Di samping baksos Ramadan, SMAN 1 Gunungsugih juga telah melaksanakan kegiatan pesantren kilat. Selama tiga hari Sanlat dilaksanakan dari tanggal 4-6 Mei 2021 secara daring dengan menggunakan Google Meet. 

"Biasanya agenda rutin bulan Ramadan adalah pesantren kilat, bakti sosial dan buka puasa bersama. Namun, karena pandemi Covid-19 sejak tahun lalu, kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan semuanya. Mengacu pada anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19," pungkasnya. (Adv/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top