Satu Pelaku Utama dan Tiga Penadah Curanmor Ditangkap Tekab 308 Polres Lampung Tengah

"Setelah pelaku HMN tertangkap di Medan, team Tekab 308 membawa pelaku tersebut untuk menunjukkan dimana sepeda motor yang yang diambil dan dijualnya ke penadah hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor, Jumat, 28 Mei 2021 jam 18.00 WIB," kata Kasat Reskrimum AKP Edi Qorinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah menangkap tiga pelaku penadah kendaraan hasil pencurian sepeda motor (Curanmor), pengembangan dari pelaku inisial HMN yang sebelumnya sempat kabur dan tertangkap di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

"Setelah pelaku HMN tertangkap di Medan, team Tekab 308 membawa pelaku tersebut untuk menunjukkan dimana sepeda motor yang yang diambil dan dijualnya ke penadah hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor, Jumat, 28 Mei 2021 jam 18.00 WIB," kata Kasat Reskrimum AKP Edi Qorinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Senin.

Dari pengembangan ini, polisi mengamankan ketiga pelaku yang membeli dua unit sepeda motor jenis KLX di Kecamatan Selagailingga. Ketiga pelaku itu, yakni HD (35) warga Gedung Aji, Kampung Umbulpasir, Kecamatan Selagailingga, N alias Wanto (28) warga Linggapura, Kecamatan Selagailingga, dan JK (38) warga Linggapura, Kecamatan Selagailingga, Lamteng. 

Pelaku HD ditangkap di tempat persembunyiannya di atas Gunung Selagailingga. Dari keterangan HD,  ditangkap N alias Wanto menadah kendaraan hasil curian guna dijual kembali dengan keadaan kendaraan sudah ditukar spear part-nya untuk mengaburkan barang bukti atau sebagai mengelabui petugas. Sedangkan, peran pelaku JK menerima spear part kendaraan yang ditukar oleh pelaku N alias Wanto ke kendaraannya. 

"Dengan demikian ketiga pelaku berhasil kami ciduk dan berikut barang bukti yang kami bawa untuk diamankan di Polres Lampung Tengah. Ketiga pelaku ini kami jerat dengan Pasal 363, 55, 56 KUHPidana dan 480 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara," terang Edi Qorinas. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top