Rayakan Idul Fitri, Taliban Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata Tiga Hari

Deklarasi gencatan senjata datang dua hari setelah pemboman di luar sebuah sekolah di bagian barat ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 68 orang, kebanyakan dari mereka adalah pelajar, dan melukai lebih dari 165 lainnya. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Mohammad Naeem, juru bicara Taliban (Foto: Reuters)

AFGHANISTAN, IPHEDIA.com - Gerilyawan Taliban mengatakan pada Senin bahwa mereka akan melaksanakan gencatan senjata tiga hari di Afghanistan untuk liburan keagamaan Idul Fitri, mulai minggu ini, setelah berminggu-minggu meningkatnya kekerasan yang mencengkeram negara itu. Idul Fitri dimulai pada Rabu atau Kamis minggu ini tergantung pada penampakan bulan. 

"Agar Mujahidin kembali memberikan suasana damai dan aman kepada rekan-rekan kita selama Idul Fitri sehingga mereka dapat merayakan kesempatan yang menggembirakan ini, semua Mujahidin diperintahkan untuk menghentikan semua operasi ofensif," kata Mohammad Naeem, seorang juru bicara Taliban di Twitter.

Deklarasi gencatan senjata datang dua hari setelah pemboman di luar sebuah sekolah di bagian barat ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 68 orang, kebanyakan dari mereka adalah pelajar, dan melukai lebih dari 165 lainnya. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Gerilyawan Taliban, yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Afghanistan sejak penggulingan mereka oleh pasukan pimpinan AS pada akhir 2001, membantah terlibat dalam pemboman itu dan mengutuk mereka. Pemimpin pemerintah Afghanistan mengatakan kelompok itu berada di balik serangan itu.

Naeem mengatakan para pejuang kelompok itu telah diperintahkan untuk menghentikan semua operasi militer terhadap pemerintah Afghanistan, tetapi menambahkan mereka siap untuk membalas jika diserang oleh pasukan pemerintah.

Fraidoon Khwazoon, juru bicara Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, yang memimpin proses perdamaian, mengatakan kelompok itu menyambut baik pengumuman gencatan senjata Taliban.

Juru bicara Presiden Ashraf Ghani melansir Reuters tidak segera berkomentar apakah mereka menyambut gencatan senjata. Pembicaraan damai antara kedua pihak yang bertikai di ibu kota Qatar, Doha, yang dimulai tahun lalu, tidak menghasilkan kemajuan dan kekerasan telah meningkat.

Kabul berada dalam siaga tinggi sejak Washington mengumumkan rencana bulan lalu untuk menarik semua pasukan AS pada 11 September, dengan para pejabat Afghanistan mengatakan Taliban meningkatkan serangan di seluruh negeri setelah pengumuman itu. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top