Puluhan Guru dan Pengurus Komite SMAN 1 Terbanggibesar Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri

Karena kondisi masih pandemi Covid-19, maka kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1442 H tahun ini digelar sangat sederhana dan terbatas.



TERBANGGIBESAR, IPHEDIA.com - Halal bihalal sudah menjadi tradisi yang selalu melekat setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini biasanya berupa acara pertemuan atau perkumpulan yang digelar untuk saling bermaaf-maafan. 

Halal bihalal ini sering kali diadakan dalam lingkup keluarga besar, lingkup kantor, kelompok pedagang, hingga organisasi atau instansi swasta maupun pemerintah.

Momen tersebut juga dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Provinsi Lampung. Karena kondisi masih pandemi Covid-19, maka kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1442 H tahun ini digelar sangat sederhana dan terbatas.

"Jika tahun- tahun lalu sebelum ada corona virus disease atau Covid-19 kegiatan halal bihalal dilaksanakan antara guru, komite dan para siswa, namun untuk sekarang hanya dilakukan beberapa guru dan komite serta pengurus Tata Usaha (TU) saja," kata Kepala SMA Negeri 1 Terbanggibesar, Haryono, S.Pd,  Senin.



Dengan menerapkan protokol kesehatan, halal bihalal ini dipusatkan di Masjid Darul Tahmid SMA Negeri 1 Terbanggibesar, dengan di isi tausiah oleh penceramah Ustadz Muhammad Ibrahim dari Kampung Terbanggibesar.

Hariyono menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk intropeksi diri sebagai pengabdian. Seorang pendidik harus mampu memberikan pelayanan terhadap anak didik maupun masyarakat yang lebih baik lagi.

"Dengan dilaksanakan halal bihalal tersebut, tentu ke depan kita harus lebih terbuka dan bisa saling memahami satu dengan yang lain. Sehingga lebih bisa mawas diri baik untuk kebersamaan atau kemajuan sekolahan, yakni SMA Negeri 1 Terbanggibesar ini," terangnya.

Selain itu, Haryono juga membahas mengenai persiapan menghadapi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid-19. Sedangkan, untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), ke depan dirinya masih menunggu petunjuk dari dinas terkait dan juga pemerintah tentunya. (Adv)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top