Polsek Seputih Mataram Bekuk Buronan Perampokan di Jalintim

"Pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Seputih Mataram dikediamannya pada Senin, 17 Mei 2021, jam 10.00 WIB," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Ramdani, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.



SEPUTIH MATARAM, IPHEDIA.com - Unit Reskrim Polsek Seputih Mataram menangkap S alias Jery (24) warga Dusun V Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandarmataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, seorang DPO perampokan yang terjadi pada Maret 2021 lalu.

"Pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Seputih Mataram dikediamannya pada Senin, 17 Mei 2021, jam 10.00 WIB," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Ramdani, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Selasa.

Pelaku S alias Jery melakukan perampokan terhadap korbannya AA di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram. Sebelum menangkap Jery, polisi sudah terlebih dahulu menangkap pelaku NM yang kini sedang menjalani hukuman di sel tahanan. 

Pelaku S bersama rekannya NM saat menjalankan aksinya menggunakan sepeda motor Honda CB150R warna hitam tanpa nopol memepet kendaraan korbannya dan diberhentikan paksa. 

Seraya mengancam, kedua pelaku kemudian mengambil dompet korban AA yang berisi uang tunai Rp360 ribu dan mengambil tas selempangnya yang berisikan 2 unit HP. Setelah korban dirampok, kedua pelaku langsung kabur ke arah Tulangbawang.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku S alias Jery dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman tujuh tahun penjara dan menyusul rekannya NM yang sudah lebih dulu mendekam di sel tahanan. (Bi2t/Ip) 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top