Polres Lamteng Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat Krakatau 2021

Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Polres Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, menggelar apel pasukan Ops Ketupat krakatau 2021. Apel pasukan Ops Ketupat ini, dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Tengah, Hi Musa Achmad, S.Sos., di pusatkan di Lapangan Apel Polres Lampung Tengah, Rabu.

Kegiatan gelar pasukan tersebut dihadiri Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Inf Andri Hadiyanto dan Danyon B Pelopor Gunungsugih Kompol Saifullah, SE, MH., MM.

Selain melibatkan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya, apel pasukan tersebut tampak hadir juga Kajari Lamteng Muhammad Ali Akbar, SH, MH., dan Ketua Pengadilan Negri Gunungsugih Jeni Nugraha Djulis, SH, M.Hum. 

Kemudian, hadir pula Kadishub Lamteng Helmi Zain A.TD, MT., Kasat Pol PP Lamteng dan para PJU Polres Lamteng serta jajaran Kapolsek se-Polres Lamteng, juga tamu undangan lainnya.

Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021. 

"Apel gelar pasukan ini dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana dan prasarana lainya," terangnya.

Dikatakan Popon, bahwa apel gelar pasukan Ops Ketupat Krakatau 2021 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia di jajaran Polri, mulai dari tingkat Mabes Polri, hingga kesatuan kewilayahan.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Lamteng, Musa Ahmad, menyampaikan terkait menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. 

"Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri," jelasnya.

Oleh karena itu, ujar dia, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19. 

Keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

"Kegiatan Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi," bebernya.

Musa Ahmad juga berharap hati dan pikiran dari masyarakat harus tertanam bahwa Covid-19 ini bahaya. Ia meminta kepada masyarakat untuk dapat bekerja sama serta menerima kebijakan ini dengan sebaik–baiknya, betul-betul menjaga protokol kesehatan. 

"Masyarakat diimbau bisa menahan diri untuk tidak melakukan mudik lebaran. Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi melalui Whatsapp Vidio Call dengan keluarga di kampung halaman. Kebersamaan tak harus dengan bertatap muka. Yuk, tunda mudik demi kebaikan bersama," imbaunya. 

Pelaksanaan Ops Ketupat Krakatau 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari yang dimulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Untuk pelaksanaannya, Polres Lampung Tengah mendirikan pos-pos, yakni 6 pos pengamanan, 1 pos pelayanan dan 5 pos pantau. 

Pos-pos itu tersebar di titik-titik rawan kriminalitas, titik-titik kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, sehingga mampu bertindak cepat dan tepat dalam melakukan tindakan kepolisian guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top