Polisi Tahan Majikan Kejam yang Aniaya ART, Ini Motif Pelaku Lakukan Penganiayaan

Penahanan itu dilakukan setelah tersangka Firdaus Fairus mengakui perbuatan tak terpujinya saat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.



SURABAYA, IPHEDIA.com -  Kasus penganiayaan terhadap asisten pembantu rumah tangga (ART) oleh majikannya sendiri akhirnya ditangani Polrestabes Surabaya, Provinsi Jawa Timur. 

Polisi menahan Firdaus Fairus (53) pelaku penganiayaan terhadap asisten rumah tangga atas nama EA (47) warga asal Jombang tersebut. Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Rabu.

Penahanan itu dilakukan setelah tersangka Firdaus Fairus mengakui perbuatan tak terpujinya saat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

"Pelaku sempat tak mengakui perbuatannya, namun pada akhirnya ia mengakui saat dilakukan pemeriksaan. Ngakunya sebanyak 1 kali," ungkap Oki.

Kasus ini bermula ketika Firdaus mengantarkan EA ke lingkungan pondok sosial (Liponsos) Surabaya, Firdaus mengatakan jika asisten rumah tangganya tersebut mengalami gangguan kejiwaan. 

Saat dirawat petugas menemukan kejanggalan pada tubuh EA yang mengalami banyak luka lebam. Dari situ korban mengaku dianiaya oleh majikannya bahkan dipaksa memakan kotoran kucing oleh sang majikan.

"Korban mengaku setelah berada di Liponsos. Akhirnya diketahui korban dianiaya menggunakan selang, setrika, sapu oleh majikannya," imbuh Oki.

AKBP Oki menambahkan jika motif tersangka melakukan penganiayaan tersebut lantaran merasa kesal atas pekerjaan rumah yang dilakukan oleh EA.

Diketahui EA mulai bekerja di kediaman Firdaus sejak April 2020 silam. Namun, sejak memasuki bulan Agustus EA mengalami tindak kekerasan fisik, yang berujung pada penahanan terhadap Firdaus.

Akibat perbuatannya, Firdaus dikenai Pasal 44 Ayat 1 dan 2 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang PDKRT dengan ancaman 5 tahun penjara. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top