Polda Jatim Paksa 49.476 Kendaraan Putar Balik Selama Libur Lebaran

Dari jumlah kendaraan yang diputarbalikkan itu ada yang terindikasi hendak mudik. Ada juga pengemudi dan penumpangnya tidak bisa menunjukkan surat keterangan jalan. Terbanyak terjaring di 20 batas kota/kabupaten. 



SURABAYA, IPHEDIA.com - Saat masa pelarangan mudik selama libur Lebaran 1442 H, Jajaran Polda Jawa Timur (Jatim) telah memaksa putar balik ribuan kendaraan. Polda Jatim mencatat ada 49.476 kendaraan dipaksa putar balik saat kebijakan larangan mudik.

Selain itu, petugas gabungan terdiri dari polisi TNI dan dishub juga menemukan 27 travel gelap. "Data direkap dari Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin.

Dari jumlah kendaraan yang diputarbalikkan itu ada yang terindikasi hendak mudik. Ada juga pengemudi dan penumpangnya tidak bisa menunjukkan surat keterangan jalan. Terbanyak terjaring di 20 batas kota/kabupaten. 

Dari 20 batas kota/kabupaten ini, sebanyak 38.788 yang putar balik. Rinciannya terdiri dari 17.350 sepeda motor, 18.161 mobil, 608 bus, 2.609 mobil barang dan 60 ransus. Selain itu juga ada total 22 travel gelap. Selain itu, juga dilakukan 3.197 tes cepat antigen acak kepada pengguna jalan yang hasilnya 21 orang reaktif.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, mengimbau masyarakat yang melakukan perjalan dinas untuk melengkapi dirinya dengan surat keterangan bebas Covid-19, surat tugas dari instansi bekerja ataupun perusahaan. Sedangkan, untuk pribadi harus dilengkapi dengan surat keterangan dari RT-RW setempat.

“Kami memohon kepada seluruh masyarakat tetap waspada karena di sekitar kita Covid-19 masih ada. Ada juga varian baru, yaitu B1617 dari India itu perlu diwaspadai, karena sifatnya lebih cepat dan lebih melemahkan sehingga perlu waspada," tegas Kapolda Irjen Pol Nico.

Sedang bagi pengelola tempat wisata, perwira tinggi polisi dengan dua bintang di pundak itu mengimbau untuk menerapkan protokol kesehatan ketat kepada pengunjung.

“Bagi petugas yang sedang melaksanakan kewajibannya, sediakan sarana prasarana, seperti thermo gun, tempat cuci tangan, dan berkoordinasi dengan satgas apabila ditemukan orang yang suhu badannya naik. Apabila nanti dites dan ternyata reaktif bisa ditindaklanjuti ke rumah sakit rujukan," imbaunya. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top