Perekam Aksi Cabul Anak di Bawah Umur Ditangkap Anggota Polsek Seputih Surabaya

Penangkapan pelaku yang mengambil sendiri gambar perbuatan cabulnya dengan Bunga --sebut saja namanya demikian-- dengan handphone (HP)-nya ini terungkap saat ayah korban menerima kiriman gambar adegan layaknya hubungan suami istri.



SEPUTIH SURABAYA, IPHEDIA.com - Anggota Polsek Seputih Surabaya menangkap pelaku cabul sekaligus pengambil gambar (merekam) aksinya terhadap anak di bawah umur berinisial WMI (18) warga Gaya Baru VIII Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung.

"Pelaku ditangkap Jum'at, 28 Mei 2921, sekira jam 20.00 WIB," kata Kapolsek Seputih Surabaya, AKP Yoni Sutaryanto, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto, S.IK, SH., Sabtu.

Penangkapan pelaku yang mengambil sendiri gambar perbuatan cabulnya dengan Bunga --sebut saja namanya demikian-- dengan handphone (HP)-nya ini terungkap saat ayah korban menerima kiriman gambar adegan layaknya hubungan suami istri.

Mendapat kiriman gambar itu sontak ayah korban kaget. Karena pemeran dalam gambar yang dikirimkan kepadanya tak lain Bunga anaknya sendiri. Kemudian, ayah korban yang saat itu sedang merantau bekerja di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, langsung pulang kampung pada Selasa, 25 Mei 2021.  

Setibanya di rumah, ayah korban langsung menanyakan kebenaran gambar tersebut kepada Bunga, yang dibenarkan oleh korban. Atas hal itu ayah korban langsung membuat laporan ke Polsek Seputih Surabaya.

Menurut keterangan Bunga, kejadian perbuatan cabul tersebut dilakukan mereka di dalam kamar rumah pelaku yang saat itu dalam keadaan sepi karena orang tua pelaku sedang berjualan di Pasar Gaya Baru. Kejadiannya pertengan Maret 2021 sekira jam 14.00 WIB.

Selanjutnya, kejadian yang kedua di tempat yang sama pertengahan April 2021. Tanpa sepengetahuan Bunga, pelaku WMI merekam (memvideokan) perbuatan cabul tersebut. 

Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, berupa pakaian korban yang dipakai pada saat kejadian perbuatan cabul dan memeriksakan korban Bunga ke medis untuk di visum. 

"Polisi menangkap pelaku WMI di rumahnya, berikut menyita HP yang digunakan pelaku untuk merekam saat berbuat cabul," terang AKP Yoni Sutaryanto.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (1), Pasal 81 Ayat (2), Pasal 82 Ayat (1) UU RI Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2082.

Kemudian, Pasal 76D dan 76E tentang Perlindungan Anak dan UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, diancam hukuman penjara selama paling lama 15 tahun. (Bi2 t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top