Perang Berkecamuk, Israel dan Hamas Baku Tembak di Gaza

Ledakan dari serangan udara menggema di kegelapan menjelang fajar di Kota Gaza, mengirimkan kilatan warna oranye ke langit malam. Serangan tersebut menggulingkan gedung Kahil, yang berisi perpustakaan dan pusat pendidikan milik Universitas Islam.

Foto: AP

GAZA, IPHEDIA.com - Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran militan di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza, dan militan Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel pada Selasa pagi waktu setempat.

Ledakan dari serangan udara menggema di kegelapan menjelang fajar di Kota Gaza, mengirimkan kilatan warna oranye ke langit malam. Serangan tersebut menggulingkan gedung Kahil, yang berisi perpustakaan dan pusat pendidikan milik Universitas Islam. 

Awan debu menggantung di atas lokasi, yang telah berkurang menjadi puing-puing beton dan kabel listrik yang kusut. Tidak ada laporan langsung tentang korban dari serangan semalam.

Militer Israel melansir AP pada Selasa mengatakan, pihaknya menembakkan lebih dari 100 amunisi ke 65 sasaran militan, termasuk peluncur roket, sekelompok pejuang dan rumah komandan Hamas yang menurut militer digunakan untuk tujuan militer. Dikatakan lebih dari 60 jet tempur ambil bagian dalam operasi tersebut.

Militer mengatakan militan Palestina menembakkan 90 roket, 20 di antaranya jatuh ke Gaza. Israel mengatakan pertahanan misilnya memiliki tingkat intersepsi 90%.

Pihaknya juga menembak jatuh drone mendekati perbatasan Israel di timur laut, jauh dari pertempuran Gaza. Tidak disebutkan dari mana drone itu berasal, dan tentara tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar. Mungkin saja drone itu berasal dari Suriah.

Sejauh ini setidaknya 212 warga Palestina telah tewas dalam serangan udara tersebut, termasuk 61 anak-anak dan 36 wanita, dengan lebih dari 1.400 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. 

Sepuluh orang di Israel, termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan seorang tentara, telah tewas dalam serangan roket yang diluncurkan dari daerah sipil di Gaza menuju daerah sipil di Israel.

Israel telah menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur militer Hamas, termasuk jaringan terowongan militan yang luas yang disebutnya sebagai "Metro".

Serangan tersebut telah merobohkan beberapa bangunan dan menyebabkan kerusakan luas di wilayah pantai yang sempit, yang merupakan rumah bagi lebih dari 2 juta warga Palestina dan telah berada di bawah blokade Israel-Mesir sejak Hamas merebut kekuasaan dari pasukan Palestina yang bersaing pada tahun 2007. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top