Penerapan Prokes dan Pelarangan Mudik, Semua Tegas Tapi Harus Tetap Humanis

"Seperti arahan Mendagri bahwa semua tegas tapi harus tetap humanis," kata Gubernur Sumsel, H Herman Deru, melalui Sekda Sumsel, H Nasrun Umar, saat konferensi pers usai rakor peringatan prokes dan penanganan Covid-19, di Command Center, Kantor Gubernur Sumsel.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Terkait pengendalian Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan pelarangan mudik, Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, meminta setiap daerah untuk tegas tetapi harus tetap humanis.

"Seperti arahan Mendagri bahwa semua tegas tapi harus tetap humanis," kata Gubernur Sumsel, H Herman Deru, melalui Sekda Sumsel, H Nasrun Umar, saat konferensi pers usai rakor peringatan prokes dan penanganan Covid-19, di Command Center, Kantor Gubernur Sumsel, Senin. 

Ia mengatakan, pelarangan mudik tetap dilakukan dengan pengecualian apabila ada kepentingan yang mendesak, seperti adanya kematian, kehamilan, distribusi logistik, perjalanan  dinas, dimana pelaksanaannya juga tetap harus sesuai prokes dan dilakukan rapid antigen.

Menurutnya, terdapat 4 indikator penilaian pengendalian covid-19 di daerah, yaitu berdasarkan tingkat penyebaran, tingkat kesembuhan, tingkat kematian, dan tingkat kesediaan bed di rumah sakit.

Berdasarkan tingkat penyebaran, Sumsel sendiri berada pada urutan 14 dalam skala nasional. Sedangkan tingkat kesembuhan di Sumsel mencapai 87,48 persen, dan berada pada ranking 21 dalam skala nasional. 

"Pemprov Sumsel tentu terus melakukan improve untuk meningkatkan tingkat kesembuhan Covid-19 di Sumsel," tegasnya.

Sementara itu, dalam skala nasional tingkat kematian di Sumsel, yaitu 4,88 persen jika berdasarkan pada jumlah kematian dibandingkan terpapar yang dihitung berdasarkan indikator tingkat pemulihan dan kematian. 

Namun, kata Nasrun, jika dilihat dari jumlah kematian di Sumsel berjumlah 1.011 orang. Angka tersebut menggambarkan tingkat kematian yang menurun dibandingkan nasional.

Sedangkan, berdasarkan tingkat ketersediaan bed pada rumah sakit, mencapai 55 persen mendekati 70 persen. Selain dari itu, terdapar 9 Rumah Sakit yang sedang dipersiapkan dan pengaktifan kembali Wisma Atlet apabila tiba-tiba terjadi lonjakan kasus.

Dalam rakor ini, Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan kegiatan ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI, Joko Widodo, mengenai kewaspadaan peningkatan penularan Covid-19 yang terjadi karena kegiatan keagamaan, kegiatan perekonomian, serta mobilitas mudik.

Dalam kesempatan itu, disampaikan regulasi-regulasi terkait pengendalian penyebaran Covid-19 dari kementerian/lembaga terkait, antara lain Kemenkes, Kemenhub, Kemenag, BNPB, BIN, TNI dan Polri. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top