Mudik ke Jatim, Empat Pekerja Migran dari Malaysia Positif Covid-19

Kepala RSLI Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Senin, menjelaskan, 4 PMI itu berangkat terpisah dari negara tempat mereka bekerja. Seluruhnya telah menjalani tes usap di bandara asal. Saat itu, hasil tes menyatakan mereka negatif Covid-19.



SURABAYA, IPHEDIA.com - Jelang lebaran, sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang mudik ke Provinsi Jawa Timur lewat pintu masuk Bandara Internasional Juanda terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes usap. Sebagian dari mereka kini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. 

Kepala RSLI Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Senin, menjelaskan, 4 PMI itu berangkat terpisah dari negara tempat mereka bekerja. Seluruhnya telah menjalani tes usap di bandara asal. Saat itu, hasil tes menyatakan mereka negatif Covid-19.

Namun, saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, keempatnya tetap dibawa ke Asrama Haji Surabaya untuk menjalani karantina selama dua hari sembari menunggu hasil tes usap ulang. Hasil tes usap menunjukkan, keempat orang PMI itu positif Covid-19. 

“Setelah terkonfirmasi positif mereka langsung dikirim ke RSLI untuk segera ditangani,” ujar Laksamana Pertama dr Nalendra.

Dari data RSLI salah satu orang PMI itu yang berjenis kelamin laki-laki dikirim ke RSLI Jumat lalu. Sedangkan, tiga lainnya dikirim ke RSLI pada Sabtu.

Nalendra mengatakan, empat PMI Malaysia yang positif Covid-19 itu menjalani isolasi dalam ruangan khusus. Untuk pasien laki-laki, ditempatkan diruang Neptunus dan pasien perempuan di Saturnus.

Menurutnya, pemisahan itu bertujuan untuk memonitoring dan mengawasi kondisi keempat PMI itu secara ketat selama proses pemulihan dan menghindari kemungkinan penularan virus di tempat umum.

Tidak hanya menjalani perawatan isolasi, di RSLI Surabaya keempatnya juga dipastikan mendapatkan pendampingan psikologis. Karena sudah tentu mereka terkejut dengan situasi yang sedang dihadapi.

“Pemisahan ruangan ini terkait dinamika virus yang ada pada tubuhnya. Juga menjadi upaya untuk mencegah (virus) supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Selain itu, tujuan pemisahan ruangan keempat pasien PMI di RSLI juga untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus corona mutasi baru. Sampel hasil usap keempatnya segera dikirim ke Balitbangkes.

Laksamana Pertama TNI Nalendra menegaskan, protokol kesehatan (prokes) secara ketat masih menjadi senjata terampuh menghadapi Covid-19. Dia mengingatkan hal itu kepada masyarakat di Jatim dan di mana pun.

“Jangan sampai (virus penyebab) Covid-19 yang dibawa dari luar negeri dengan varian baru dan lebih berbahaya yang kita khawatirkan selama ini menyebar di Jawa Timur,” tegasnya. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top