Media Korea Utara Kritik Soal Penghentian Pedoman AS yang Membatasi Jangkauan Rudal Korea Selatan

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengumumkan penghapusan pedoman rudal bersama yang membatasi pengembangan rudal balistik negara itu hingga jarak 800 km (500 mil) setelah pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden AS, Joe Biden, awal bulan ini.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (Foto: Reuters)

SEOUL, IPHEDIA.com - Media pemerintah Korea Utara pada Senin mengkritik penghentian pakta antara Amerika Serikat dan Korea Selatan baru-baru ini yang membatasi pengembangan rudal balistik Korea Selatan, menyebutnya sebagai tanda kesepakatan ganda yang memalukan oleh Washington.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengumumkan penghapusan pedoman rudal bersama yang membatasi pengembangan rudal balistik negara itu hingga jarak 800 km (500 mil) setelah pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden AS, Joe Biden, awal bulan ini.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA memuat sebuah artikel oleh Kim Myong Chol, yang digambarkannya sebagai kritikus urusan internasional, yang menuduh Amerika Serikat menerapkan standar ganda saat berusaha melarang Pyongyang mengembangkan rudal balistik.

Amerika Serikat asyik dalam konfrontasi meskipun hanya basa-basi dialog," kata Kim, melansir Reuters. "Langkah penghentian adalah pengingat yang jelas dari kebijakan permusuhan AS terhadap DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) dan kesepakatan ganda yang memalukan," tambahnya.

Sasaran Korea Utara adalah Amerika Serikat, bukan militer Korea Selatan, dan itu akan melawan Amerika Serikat dengan prinsip kekuatan untuk kekuatan, kata Kim. Kim juga mengkritik Moon karena menyambut penghentian pedoman tersebut. 

"Sekarang setelah otoritas AS dan Korea Selatan memperjelas ambisi agresi mereka. Mereka tidak memiliki alasan apa pun untuk menyalahkan DPRK yang memperkuat kemampuannya untuk membela diri," tambah Kim. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top