Ledakan Granat di Ibu Kota Burundi, Dua Tewas dan Lainnya Terluka

Itu adalah ledakan pertama di kota itu sejak Presiden Evariste Ndayishimiye menjabat Juni lalu, meskipun delapan orang tewas pada 9 Mei di provinsi Muramvya, sekitar 65 kilometer (40 mil) jauhnya ketika orang-orang bersenjata tak dikenal menyergap beberapa mobil.

Foto: CGTN Africa

BURUNDI, IPHEDIA.com - Penyerang tak dikenal meledakkan empat granat di ibu kota Burundi, Bujumbura, Selasa malam waktu setempat, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Seorang korban tewas seketika ketika granat meledak di tiga tempat berbeda saat senja tiba, sementara seorang penyerang ditangkap setelah terluka oleh granatnya sendiri.

Itu adalah ledakan pertama di kota itu sejak Presiden Evariste Ndayishimiye menjabat Juni lalu, meskipun delapan orang tewas pada 9 Mei di provinsi Muramvya, sekitar 65 kilometer (40 mil) jauhnya ketika orang-orang bersenjata tak dikenal menyergap beberapa mobil.

Ndayishimiye, yang menjabat setelah kematian pendahulunya, Pierre Nkurunziza, telah melakukan beberapa reformasi, termasuk mendesak warga untuk menangani Covid-19 dengan serius dan mencabut beberapa pembatasan pada media dan kelompok aktivis.

Tetapi kelompok kampanye Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan pada Rabu bahwa pemerintahnya terus menahan tokoh-tokoh oposisi yang dianggap terlalu kritis.

Menteri Solidaritas Nasional Imelde Sabushimike mengatakan kepada Reuters bahwa dia belum melihat laporan HRW tersebut. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top