Konflik Gaza Meningkat, Serangan Roket dan Gempuran dari Udara Mengganas

Dalam serangan udara baru di Gaza, pesawat tempur Israel menghantam bangunan tempat tinggal berlantai enam yang dikatakan milik Hamas, kelompok Islam yang mengendalikan daerah kantong Palestina.

Foto: Reuters via Cyprus-mail

GAZA, IPHEDIA.com - Militan Palestina menembakkan lebih banyak roket pada Kamis ketika Israel terus melakukan pemboman di Gaza dan tank serta pengerahan pasukan massal di perbatasan.

Kekerasan lintas batas selama empat hari tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan perseteruan itu akan memakan waktu lebih lama.

Kekerasan juga telah menyebar ke komunitas campuran Yahudi dan Arab di Israel, sebuah front baru dalam konflik berkepanjangan.

Sinagoga diserang dan pertempuran pecah di jalan-jalan beberapa komunitas, mendorong presiden Israel untuk memperingatkan bahaya perang saudara.

Khawatir permusuhan terburuk di kawasan itu dalam beberapa tahun bisa lepas kendali, Amerika Serikat mengirim utusan, Hady Amr. Upaya gencatan senjata oleh Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Dalam serangan udara baru di Gaza, pesawat tempur Israel menghantam bangunan tempat tinggal berlantai enam yang dikatakan milik Hamas, kelompok Islam yang mengendalikan daerah kantong Palestina. Netanyahu mengatakan Israel telah menyerang hampir seribu target militan di Gaza secara total.

Setidaknya 83 orang telah tewas di Gaza sejak kekerasan meningkat pada Senin, kata petugas medis, semakin menekan rumah sakit yang sudah berada di bawah tekanan berat selama pandemi Covid-19.

“Kami menghadapi Israel dan Covid-19. Kami berada di antara dua musuh,” kata Asad Karam (20) seorang pekerja konstruksi, berdiri di samping jalan yang rusak akibat serangan udara. Sebuah tiang listrik roboh di pinggir jalan, kabelnya putus.

Sebuah roket Palestina sebelumnya menabrak sebuah gedung di dekat ibu kota komersial Israel, Tel Aviv, melukai lima warga Israel, kata polisi. Tujuh orang telah tewas di Israel sejak permusuhan dimulai, kata militer Israel.

Israel telah mempersiapkan pasukan tempur di sepanjang perbatasan Gaza dan berada dalam berbagai tahap persiapan operasi darat, kata seorang juru bicara militer, sebuah langkah yang akan mengingatkan serangan serupa selama perang Israel-Gaza pada 2014 dan 2008-2009.

Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Ubaida, mengatakan akan menambah pasukan dan mendesak warga Palestina untuk bangkit. “Mass up sesuai keinginan, dari laut, darat dan langit. Kami telah bersiap untuk jenis kematian Anda yang akan membuat Anda mengutuk diri sendiri,” katanya, melansir Reuters. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top