Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan Drone Bermuatan Bahan Peledak Menuju Khamis Mushait

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan dalam sebuah tweet pada Minggu pagi bahwa sebuah operasi menargetkan Pangkalan Udara Raja Khalid Arab Saudi di Khamis Mushait dengan drone bermuatan bahan peledak, dan serangan itu akurat.

Foto: Anadolu Agency

YAMAN, IPHEDIA.com - Koalisi pimpinan Saudi di Yaman mengatakan pada Minggu pagi waktu setempat bahwa mereka menghancurkan sebuah pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak menuju Khamis Mushait yang diluncurkan oleh milisi Houthi di Yaman, menurut laporan TV pemerintah Saudi al-Ekhbariya.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan dalam sebuah tweet pada Minggu pagi bahwa sebuah operasi menargetkan Pangkalan Udara Raja Khalid Arab Saudi di Khamis Mushait dengan drone bermuatan bahan peledak, dan serangan itu akurat.

Koalisi sebelumnya dikagetkan rekaman video diduga palsu yang dikeluarkan oleh gerakan Houthi pada Sabtu yang konon menunjukkan serangan oleh para pejuangnya ke daerah perbatasan Arab Saudi di garis depan.

Televisi Al Masirah yang dikelola Houthi mengutip sumber militer menyebutkan lebih dari 80 tentara Saudi dan tentara bayaran Sudan tewas atau terluka, sementara puluhan lainnya ditangkap dalam operasi di dekat Al Khoubah di wilayah selatan Saudi, Jazan.

"Klaim milisi Houthi tentang melaksanakan operasi militer di perbatasan Jazan adalah rekayasa media," kata televisi pemerintah Saudi melansir Reuters, mengutip juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Turki al-Malki.

Malki mengatakan kemenangan imajiner Houthi bertujuan untuk menutupi kerugian militer besar yang diderita oleh kelompok itu di wilayah Marib dan al-Jawf Yaman.

Perang yang pada bulan Maret memasuki tahun ketujuh, telah mengalami kebuntuan militer selama bertahun-tahun dengan Houthi yang bersekutu dengan Iran menguasai sebagian besar Yaman utara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat mendesak gencatan senjata yang diperlukan untuk mengakhiri konflik, yang secara luas dipandang sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran.

Beberapa rekaman video di akun Telegram Al Masirah, yang keasliannya tidak dapat diverifikasi secara independen, menunjukkan pria berseragam militer diserang saat mereka melarikan diri menuruni lereng gunung berbatu.

Pasukan Sudan telah dikerahkan sebagai bagian dari aliansi militer pimpinan Saudi yang melakukan intervensi di Yaman pada 2015 setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari ibu kota Sanaa. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top