Kadis Kominfotik Lampung: Saat Ini Trend Perkembangan Media Beralih ke Media Siber

"Oleh karena itu cara pandang Pemda juga berubah, indek kemerdekaan pers berkolaborasi dengan indek demokrasi," ujar Ganjar saat silaturahmi dengan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Lampung.



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Lampung, Ganjar Jationo mengatakan, saat ini trend perkembangan media beralih ke media siber.

"Oleh karena itu cara pandang Pemda juga berubah, indek kemerdekaan pers berkolaborasi dengan indek demokrasi," ujar Ganjar saat silaturahmi dengan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Lampung, Sabtu.

Mantan wartawan ini menuturkan, pers pilar keempat demokrasi. Pers memiliki marwah yang luhur, butuh penataan atau pengaturan. Fenomena industri, idealisme pers dihadapkan dengan fenomena industri kuatnya gejala industrialisasi pers. 

"Yang perlu kita jaga adalah indeks demokrasi pers jangan ada kekerasan pers. Untuk itu, wartawan atau media juga harus menjaga marwah. Karya jurnalistik ada kaidahnya, berbeda dengan netizen atau warga," paparnya. 

Ganjar mengaku, pihaknya membuka diri dengan stakeholder untuk perkembangan informasi dengan komunitas publik. "Kami juga ingin berkenalan dengan komunitas blogger atau youtuber," imbuhnya. 

Ganjar menuturkan, saat ini kenyataan di masyarakat selalu dibayangi dengan pandemi Covid-19, namun berkat kerjasama semua pihak, saat ini situasi  ketahanan pangan di Lampung masih aman di banding daerah lain. 

Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, Donny Irawan mengatakan, di era saat ini perkembangan informasi begitu mudah dan cepat di akses. Untuk itu, semua pihak harus bijak dalam mendapatkan informasi. Ia juga mengapresiasi Kominfotik yang mau membuka diri dengan SMSI Lampung. (Bit2/rls/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top