Janengan, Seni Tradisi Jawa Bercorak Islami Ini Masih Eksis di Lampung Tengah

Salah satu grup atau paguyuban yang sampai saat ini masih mempertahankan keberadaan Janengan bernama Rukun Karyadi. Paguyuban ini berada Kampung Surabaya, Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung.



PADANGRATU,  IPHEDIA.com - Janengan atau ada juga yang menyebutnya Jamjengan merupakan satu dari sekian banyak kesenian Jawa yang dalam pagelarannya melantunkan shalawat dan pujian Islami diiringi beberapa alat musik tradisional.

Salah satu grup atau paguyuban yang sampai saat ini masih mempertahankan keberadaan Janengan bernama Rukun Karyadi. Paguyuban ini berada Kampung Surabaya, Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung.

Grup Janengan yang dipimpin Suratno ini memiliki banyak anggota yang sebagian besar warga sekitar, dengan visi-misi untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisi seni Islam yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang terdahulu.

"Janengan atau Jamjengan berisikan lantunan-lantunan serta shalawat dan pujian, merupakan bentuk kreativitas yang diciptakan sebagai sarana untuk penyebaran agama Islam," kata Wahid Fauzi Nur, salah satu anggota grup Rukun Karyadi, usai latihan bersama, Minggu malam.

Ia mengatakan, selain untuk menyambung tali silaturahmi, anggota grup juga fokus dalam menampilkan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, saat latihan terlihat masing- masing peserta mengikuti irama ritmis dengan bahasa Arab dicampur dengan bahasa Jawa. 

"Janengan merupakan perwujudan dari perpaduan dua unsur tradisi dan musik, yakni tradisi musik Jawa dan tradisi musik Islam Timur Tengah (Arab)," ujarnya.

Menurut Wahit, Janengan penuh dengan nilai-nilai kultural Jawa. Hal ini tampak pada bahasa dan unsur-unsur musik Jawa, namun tetap mengutamakan nilai-nilai religius pada isi lirik lagu-lagunya yang bertemakan agama Islam dan berisi hal-hal yang berkaitan dengan keimanan. 

Salah satu lirik lantunannya, kata dia, antara lain perintah untuk menjalankan syariat Islam dengan meninggalkan larangan-larangannya serta tidak berbuat dosa dan kesalahan agar umat manusia dapat hidup selamat dan bahagia baik di dunia maupun akhirat.

Pimpinan Rukun Karyadi juga menjelaskan, keberadaan Janengan tidak hanya di Pulau Jawa saja, namun saat ini di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah, juga sudah banyak grup-grup Shalawat Janengan. 

Oleh karena itu, Wahit berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Lamteng bisa bersinegi bersama agar tradisi ini terus dilestarikan sehingga keberadaannya akan tetap hidup sepanjang masa. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top